Pentingnya Cairan Pemutih Kayu Yang Aman Dan Ramah Lingkungan

Pentingnya Cairan Pemutih Kayu Yang Aman Dan Ramah Lingkungan

Bahan pemutih kayu sangat dibutuhkan terutama untuk industri perkayuan seperti mebel atau furniture, kerajinan bahkan untuk penggunaan pribadi. Sayanganya bahan pemutih kayu atau yang sering disebut dengan bleaching kayu ini ada berbagai macam jenis. Banyakanya macam cairan pemutih kayu membuat Anda harus memilihnya secara selektif agar tidak memberikan dampak buruk di kemudiana hari. Cairan bleaching yang sering digunakan pada skala industri besar saat ini adalah cairan berbahan aktif Hydrogen Peroxide.

Pentingnya Cairan Pemutih Kayu Yang Aman Dan Ramah Lingkungan Bahan pemutih kayu dari Hydrogen Peroxide ini sebenarnya adalah bahan pemutih yang digunakan pada industri tekstil. Pemutih ini sangat efektif untuk memutihkan material kain kemudian diaplikasikan juga pada kayu. Kandungan dalam Hydrogen yang sangat berrbahaya dapat mempengaruhi kesehatan manusia.  Maka Anda harus memilih produk bleaching yang aman  dan ramah lingkungan.

Berbicara mengenai cairan bleaching yang aman dan ramah lingkungan ini memang masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat. Padahal saat ini sudah banyak produk pemutih kayu yang aman dan ramah lingkungan karena memang diciptakan untuk bahan bleaching kayu. Lalu untuk apa Anda mempertahankan menggunakan produk bleaching yang berbahaya padahal terdapat produk pemutih yang tidak berbahaya?

Bahaya Cairan Pemutih Kayu Untuk Kesehatan Manusia

Sebelu masuk ke dalam produk bleaching yan aman dan ramah lingkungan, mari cermati apa saja bahaya yang diakibatkan jika Anda masih tetap menggunakan Hydrogen Peroxide (H2O2). Bahaya dari bleaching kayu untuk kesehatan manusia adalah sebagai berikut ini:

  1. Jika tertelan, bisa saja H2O2 tertelan secara tidak sengaja. Apabila tertelan akan menimbulkan iritasi atau tukak lambung, Anda akan merasa gejala mual, muntah, bahkan bisa muntah darah, peradangan pembuluh darah di tempat suntikan, embolisme gas dan reaksi alergi yang bisa menimbulkan ancaman pada nyawa.
  2. Bila terkena kulit, apabila Anda memiliki kulit sensitif bahkan secara tidak sengaja terkena pada kulit yang terluka atau terbuka. Maka akan menyebabkan luka bakar.
  3. Pada indra penglihatan, kebanyakan penjual tusuk sate ingin menjual tusuk sate yang terlihat bersih. Maka dilakukan perebusan tusuk sate dengan H2O2. Ini akan memicu uap yang mengandung H2O2 dan menyebabkan iritasi mata. Bisa juga merusak organ tubuh lainnya.
  4. Polusi air, perhatikan apakah air sudah tercemar dengan hydrogen peroxida atau tidak. Apabila air tercemar maka akan meningkatkan peluang H2O2 tertelan.
  5. Mempercepat pembakaran. Bahan ini dapat memicu terjadinya kebakaran karena akibat dari gesekan, panas atau kontaminasi. Maka untuk penyimapannya pun harus berhati-hati untuk menghindari terjadinya kebakaran.
  6. Jika terhirup, Anda bisa saja menghirup uap dari H2O2 dan Anda akan terjangkit pembengkakan selaput lendir.
Baca Juga:  Orange Peel, Kesalahan Mengecat dengan Sistem Spray

Paparan bahaya terkena hydrogen peroxida di atas sudah banyak dialami oleh pabrik industri belaching tekstil dan juga kayu. Maka sebaiknya jika Anda bekerja di industri tersebut harus menggunakan peralataan keselamatan kerja yang lengkap.

Produk Pemutih Kayu Yang Aman dan Ramah Lingkungan

Cara paling mudah menghindari pengaruh kesehatan di atas adalah dengan mengganti produk bleaching. Anda tidak perlu lagi menggunakan H2O2 tetapi Anda bisa menggunakan bahan pemutih khusus kayu seperti Whte Agent 250. Dari segi kesehatan manusia, White Agent 250 ini lebih aman dengan tidak menimbulkan iritasi pada kulit Pemutih Kayu Bambu Menghilangkan Warna Belangnormal, tidak mencemari lingkungan karena tidak menimbulkan bau yang menyengat. Tidak ada efek jangka panjang walaupun Anda menggunakan produk ini terus menerus.

Selain dilihat dari segi keamanan untuk kesehatan, hasil warna yang diberikan juga berbeda. Apabila Anda menggunakan bahan pemutih kayu H2O2 hasilnya adalah warna putih. Warna putih ini akan menghilangkan serat kayu sehingga akan sulit apabila Anda akan melakukan finishing warna natural. Jika Anda menggunakan White Agent 250 hasilnya adalah menyamarkan sehingga tidak akan menghilangkan serat kayu.

Jika dilihat dari proses aplikasinya, White Agent 250 lebih mudah. Apabila Anda menggunakan Hydrogen Peroxide dibutuhkan panas matahari agar bahan bekerja dengan baik. Sedangkan untuk penggunana White Agent 250 cukup dengan suhu ruangan saja tanpa dijemur pada panas matahari. Dari segi proses aplikasi, hasil warna dan juga keamanan dan ramah lingkungan, White Agent 250 lebih unggul dibandingkan dengan H2O2.

Kemudahan Aplikasi White Agent 250 yang Ramah Lingkungan

Selain aman dan juga ramah lingkungan, keunggulan lain dari White Agent 250 adalah cara mengaplikasikannya. Sangat berbeda dari H2O2 yang memiliki bau menyengat dan berbahaya serta mudah membuat iritasi kulit. Bahan keras sebaiknya dihindari pemakaiannya. 

Baca Juga:  Cat Kayu Jati Untuk Wood Daybed

White Agent 250 sebagai cairan pemutih kayu hanya membutuhkan air sebagai bahan pelarutnya. Proses aplikasi memang harus menunggu sedikit lama untuk hasil yang sempurna. Ditambah lagi warnanya yang putih cerah alami tak merusak substrat kayu. 

Berikut ini langkah-langkah aplikasi White Agent 250 hanya menggunakan kuas :

  1. Membersihkan substrate kayu dari debu dan kotoran

Pori kayu adalah bagian yang paling sering tersumbat oleh debu. Pori yang tertutup kotoran akan mencegah larutan pemutih kayu meresap dengan sempurna. Oleh karena itu Anda harus membersihkan semua debu dan kotoran. 

Caranya bisa menggunakan mesin vakum atau dengan kanebo. Sebelum dibersihkan menggunakan alat tersebut, amplas juga permukaan kayu. Gunakan amplas nomor 220 dan balok kayu sebagai bantalan. 

Pengamplasan akan menghaluskan, membuka pori kayu dan mengangkat debu serta semua kotoran. Bersihkan debu amplas dengan alat yang tadi disebutkan. Hindari menggunakan blower supaya debu tidak mengotori ruangan. 

  1. Melarutkan White Agent 250 

Diamkan substrat kayu dan beralihlah untuk membuat larutan White Agent 250 dengan air. Pengenceran sebenarnya bisa menggunakan berbagai perbandingkan. Yang perlu diingat adalah semakin banyak air, maka hasil warna cerahnya akan semakin berkurang. 

Jika kayu tak terlalu terlihat noda atau jamur blue stain yang terlalu kentara Anda bisa menggunakan perbandingan 2:1. Tapi jika noda yang muncul terlalu pekat, Anda bisa menggunakan perbandingan 1:1. 

Proses pelarutan sebaiknya dilakukan di wadah terpisah dan gunakan pengaduk dari bahan stainless steel. Fungsinya supaya bahan tidak tercemar oleh material lainnya. 

  1. Mengaplikasikan larutan dengan kuas

Alat yang digunakan untuk aplikasi sebenarnya sangat beragam. Anda bisa menggunakan kuas, spray gun hingga roller. Namun alat paling murah dan mudah adalah kuas. Pilih kuas dengan bulu nilon yang baru dan jangan bekas karena seringkali banyak lapisan cat sisa yang menempel. 

Baca Juga:  Produsen Cat Kayu Jati BioVarnish Cocok Untuk Bedroom Furniture

Kuaskan larutan White Agent 250 tadi dengan rapi dan mengikuti arah serat kayu. Anda bisa mengaplikasikan tipis terlebih dahulu jika takut warnanya terlalu cerah. Pastikan saja bagian yang memiliki noda lebih tebal. 

  1. Pengeringan dan pembilasan 

Selesai seluruh permukaan furniture kayu dilapisi dengan White Agent 250 diamkan selama 4 hingga 6 jam. Jangan pernah menjemur furniture yang dilapisi WA250 supaya proses aging berjalan dengan lebih baik. 

Setelah menunggu selama beberapa jam, warna cerah akan terlihat dan Anda bisa melihat hasil warna yang maksimal. Jika warna dirasa kurang cerah dan noda masih terlihat, aplikasikan larutan sekali lagi dan tunggu beberapa jam kemudian. 

Ketika warna dirasa sudah mencukupi lanjutkan dengan proses pembilasan. Bilas dengan air yang dicampur dengan sabun cair. Pastikan tak ada residu bahan pemutih yang tersisa. 

  1. Pengeringan 

Furniture yang sudah dibilas harus masuk ke dalam proses pengeringan. Bisa dengan dijemur atau menggunakan ruang pengeringan dengan suhu kurang dari 60 derajat Celcius.  Pengeringan ini harus sempurna sehingga kayu mendapatkan MC kurang lebih 12 hingga 15 persen. 

Ketika kayu atau furniture sudah kering barulah siap untuk dipasarkan, diolah kembali khusus untuk kayu dan di finishing untuk furniture. Hasilnya tentu akan bebas noda atau jamur blue stain dari sebelumnya. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X