Jalusi yang Cocok digunakan untuk Rumah Bergaya Tropis

Rumah bergaya tropis dan berada di daerah tropis rawan terpapar panas berlebih sehingga dibutuhkan komponen yang tepat. Indonesia adalah salah satu negara yang berada di khatuistiwa dan memiliki iklim tropis. Oleh karena itu, Indonesia hanya memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Di saat musim kemarau, matahari akan terasa terik dan udara terasa panas.

Cahaya yang masuk ke dalam rumah dengan gaya tropis akan membuat penghuni rumah merasa gerah. Dengan kondisi yang panas itu, banyak orang menggunakan air conditioner (AC). Sayangnya, penggunaan AC terus-menerus akan menghabiskan tenaga listrik dan memakan biaya yang cukup mahal. Selain itu, gas buangan dari AC (Cloroflourocarbon/ CFC) juga berpengaruh buruk terhadap perubahan iklim.

Nah, untuk mengurangi instensitas sinar matahari yang masuk ke dalam rumah namun dalam ruangan tetap terang, Anda dapat menggunakan jalusi, yakni jendela dengan kisi-kisi yang terpasang secara horizontal atau mendatar.

Jenis-Jenis Jalusi untuk Rumah Tropis dan Tips Perawatannya

Banyak masyarakat Indonesia tidak asing lagi dengan bentuk jalusi. Jalusi telah banyak diterapkan pada rumah-rumah kuno seperti desain rumah belanda. Jalusi ini dipasang berlapis, artinya di sisi satunya memakai model jalusi dan yang satunya model jendela full kayu atau kaca.

Saat ini, model jalusi yang banyak digunakan adalah model yang kayunya menghadap ke bawah ke arah luar rumah. Dengan sentuhan model ini, air hujan dapat turun ke bawan namun tetap tidak masuk ke dalam ruangan.

Jika dilihat dari bahan yang digunakan, jalusi sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga macam yakni

  1. Jalusi Kayu

Jalusi kayu adalah salah satu jenis jalusi yang sering diterapkan di rumah-rumah kuno. Jalusi dengan material ini sangat kokoh dan umumnya tidak berlapis. Jalusi jenis ini dapat diterapkan dengan gaya yang lebih modern, bisa dimodifikasi dengan desain jendela yang lebih modern dan minimalis.

Untuk perawatan jalusi kayu sebenarnya sederhana. Anda hanya perlu membersihkannya secara rutin dari debu. Selain itu, Anda juga bisa mengaplikasikan wax kayu agar tampilan jalusi ini bisa tetap tajam dan tampak seperti baru.

Untuk desain jalusi kayu tergolong fleksibel karena dapat dibentuk menjadi berbagai ukuran dan lis. Sayangnya, kelemahan dari kayu adalah rawan terserang jamur dan rayap sehingga dibutuhkan perawatan yang lebih seperti mengaplikasikan antijamur atau antirayap.

  1. Jalusi Aluminium

Jalusi yang terbuat dari aluminium adalah salah satu jalusi yang banyak diterapkan pada rumah tahun 70an sampai 90-an. Rumah-rumah dahulu menerapkan jalusi dari aluminium yang mudah dibuka dan ditutup. Umumnya, jalusi dengan material aluminium ini bsia dipadukan dengan kaca sehingga ketika ditutup masih tetap bisa transparan.

Perawatan jalusi aluminium pun sangat mudah. Cukup bersihkan dari debu secara rutin dan lap menggunakan cairan khusus kaca setiap seminggu sekali. Oleh karena sistemnya yang buka-tutup, Anda harus memperhatikan engsel setiap kisi-kisinya. Berikan pelumas agar kisi-kisi dapat ditutup ataupun dibuka dengan mudah.

Kelemahan penggunaan jalusi aluminium adalah aluminium dapat bengkok sehingga kaca mudah turun. Karena tidak menggunakan pelapis maka Anda harus menggunakan korden untuk menutup jendela sehingga bagian dalam rumah tidak terlihat dan privasi Anda tetap terjaga.

  1. Jalusi uPVC

Salah satu jalusi yang saat ini sedang marak dgunakan, adalah jalusi uPVC. Meskipun terlihat seperti berbahan plastik, sebenarnya jalusi ini telah menghilangkan unsur plastik di dalamnya sehingga lebih kokoh dan kuat. Seperti halnya penggunaan aluminium, jalusi uPVC ini juga bisa dikombinasikan dengan kaca.

Meskipun memiliki model yang hampir sama dengan jalusi alumunium, jika dilihat dari harga, jalusi uPVC lebih murah. Perawatannya pun juga sama seperti halnya dengan jalusi aluminium yakni cukup bersihkan jalusi secara rutin dari debu. Selain itu, seminggu sekali bersihkan jalusi dengan cairan khusus.

Material jalusi uPVC ini tahan jamur dan rayap,  karena terbuat dari bahan sejenis aluminium yang ringan namun kokoh. Bagian yang mungkin akan sedikit rawn rawan berlumut ada pada bagian kacanya. Nah, untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan perawatan yang rutin.

Jalusi uPVC yang dikenal kokoh juga harganya murah tentu saja punya kelemahan. Ya, penggunaan dalam jangka panjang bisa membuat jaluasi tersebut menyusut sehingga harus diganti dengan yang baru.

Dari serangkaian penjelasan ini, dapat diambil kesimpulan bahwa setiap jalusi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, bagi Anda yang lebih suka dengan kayu maka tidak ada salahnya memilih jalusi yang tepat dan tampilan warna yang cukup kekinian.

Ada banyak warna Jalusi kayu yang bisa diterapkan di rumah Anda. Secara umum, Anda bisa menerapkan wara solid atau warna natural kayu. Apapun warna yang dipilih, pastikan warna jalusi yang Anda pilih sesuai dengan tampilan rumah Anda.

Gaya rumah setiap hunian tidak selalu sama sehingga pemilihan warna jalusi harus dipertimbangkan. Apabila rumah Anda mengusung konsep modern atau minimalis, penggunaan warna solid ataupun warna kayu jati bisa tetap sesui dengan warna jalusi yang Anda inginkan. Namun, jika konsep rumah Anda adalah klasik seperti rumah Joglo, Jawa maka warna yang digunakan adalah warna natural kayu.

Nah, apabila Anda membeli jalus yang masih mentah atau belum difinishing, Anda dapat melakukan finishing secara mandiri. Proses finishing akan terasa menyenangkan jika dilakukan sendiri terlebih jika Anda hobi dengan finishing DIY.

Agar lebih aman, gunakan produk finishing atau cat ramah lingkungan. Gunakan cat water based. Cat ini tergolong aman dan ramah lingkungan karena tidak megandung senyawa kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan dan lingkungan sekitar Anda.

Salah satu produk cat yang ramah lingkungan yang direkomendasikan adalah Biovarnish atau BioDuco. Biovarnish merupakan cat kayu yang digunakan untuk finishing natural fiber seperti kayu, rotan, bambu, dengan tampilan natural. BioDuco merupakan cat kayu yang digunakan untuk finishing pada natural fiber seperti rotan, kayu dll untuk menciptakan tampilan warna solid.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X