Floating Houses Jenis Resto yang diminati

Semakin meningkatnya resto dan café menuntut para arsitektur untuk membuat desain yang artistik dan menawan. Sebabnya, banyak resto dan café yang tidak hanya menjual sajian menu yang menggiurkan tetapi juga tempat yang nyaman dan indah.

Tempat yang instagramable adalah salah satu destinasi yang banyak diminati anak muda saat ini. Bukan hanya untuk menikmati makanan atau menu yang dihidangkan melainkan juga menikmati suasana serta mengabadikan momen kemudian diposting di sosial media masing-masing.

Kekuatan sosial media ini lah yang membuat berbagai tempat resto dan café yang memiliki arsitektur yang unik dan indah mulai dilirik banyak orang. Nah, salah satu jenis bangunan yang dianggap merepresentasikan keindahan dan hal unik ini adalah adalah floating houses.

Material yang Dapat Digunakan Untuk Floating Houses

Floating houses atau juga disebut sebagai rumah apung rasanya sudah tidak asing lagi di Indonesia. Banyak rumah apung yang umum digunakan sebagai restoran. Umumnya dibangun di waduk atau di daerah pantai yang lumayan teduh. Seiring perkembangan jaman, floating houses pun mulai lebih modern dan kekinian.

Wajar saja jika floating houses banyak diminati karena menyuguhkan pemandangan perairan dan daerah sekitar yang menakjubkan.

Untuk membangun sebuah floating houses dengan salah satu spesifikasinya untuk bisa terapung, dibutuhkan material khusus. Tidak semua material dapat digunakan untuk floating houses. Adapun beberapa material yang dapat digunakan di antaranya adalah:

  1. Bambu

Material ini sudah banyak diterapkan di rumah makan apung di Indonesia. Selain materialnya yang ringan, bambu juga dapat tahan terhadap air.

Penggunaan bambu sebagai floating houses memberikan kesan yang natural dan estetik. Untuk menambah kesan indah pada floating houses, sering pula menggunakan lampu dengan pencahayaan yang remang-remang sehingga menambah kesan romantis dan hangat.

Baca Juga:  Pabrik Cat Kayu Terbaik BioVarnish

Baca Juga : 7 Tips Finishing Pagar Bambu agar Berwarna Putih Bersih

  1. Kayu

Kayu adalah salah satu material serat alam yang banyak diminati untuk hunian, salah satunya adalah floating houses. Namun, karena materialnya yang berat umumnya kayu digunakan sebagai papan atau lantai serta dinding luar saja. Untuk kebutuhan membangun floating houses, memilih kayu yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap air agar tidak mudah terserang jamur ataupun rayap adalah satu keharusan.

  1. Plastik

Salah satu material yang kini mulai digunakan untuk floating houses adalah plastik. Nah, plastik yang digunakan bukanlah plastik sembarangan yang banyak berserakan di sampah. Ada spesifikasi khusus untuk jenis plastik yang dihgunakan sebagai material floating houses, salah satunya adalah jenis plastik yang ramah lingkungan.

Plastik ini adalah float kubus HDPE yang sudah melalui uji test pada material dan ketahanannya sehingga cocok jika digunakan untuk rumah apung.

Finishing Floating Houses yang Tepat

Floating houses yang menggunakan material dari serat alam seperti bambu dan kayu membutuhkan lapisan finishing. Hal ini bertujuan untuk mempertajam tampilan dari kayu atau bambu tersebut. Pasalnya, warna asli dari bambu dan kayu cenderung pucat.

Umumnya, untuk finishing pada bambu dan kayu menggunakan cat transparan seperti pelitur karena cat ini mampu memberikan hasil yang optimal guna mempertajam tampilan dasar warna dari bambu dan kayu.

Namun, jika Anda menginginkan produk yang ramah lingkungan maka pelitur cukup tidak direkomendasikan. Sebab, pelitur termasuk ke dalam cat solvent, sedangkan untuk penggunaan cat yang ramah lingkungan maka disarankan untuk menggunakan cat water based.

Kebalikan dengan cat solvent based, cat water based menggunakan bahan pelarut dari air. Salah satu cat water based yang direkomendasikan untuk finishing pada floating houses bambu atau kayu adalah Biovarnish.

Baca Juga:  Jual Dempul Kayu Berkualitas di Yogyakarta

Adapun tahap finishing floating houses menggunakan Biovarnish sebagai berikut:

  1. Memastikan floating houses siap untuk difinishing. Apabila terdapat noda atau permukaannya yang kasar, ampelas bertahap pada permukaan material hingga permukaannya benar-benar bersih dan rata sangat perlu dilakukan.
  2. Larutkan Biovarnish Wood Filler guna menutup pori-pori serta cacat pada bambu atau kayu yang terlihat. Setelah diaplikasikan, diamkan selama 30 menit. Apabila sudah kering, ampelas menggunakan kertas ampelas grid 320
  3. Larutkan Biovarnish Liquid Stain dengan air kemudian aduk hingga larutan tersebut tercampur. Aplikasikan ke seluruh permukaan kayu atau bambu secara merata. Apabila sudah diaplikasikan secara merata, diamkan selama 60 menit. Jika sudah kering sentuh, ampelas ambang menggunakan kertas ampelas grid 400
  4. Untuk memperkuat cat sekaligus memperhalus tekstur cat maka aplikasikan Biovarnish Sanding Sealer. Apalagi jika media yang digunakan adalah media untuk outdoor dan bersinggungan dengan air. Setelah diaplikasikan secara merata, diamkan selama 60 menit. Kemudian ampelas ambang menggunakan kertas grid 400 apabila sudah kering sentuh.
  5. Untuk mengunci warna, aplikasikan Biovarnish Clear Coat. Setelah diaplikasikan secara keseluruhan. Diamkan selama semalaman atau cat benar-benar kering.

Ada pilihan top coat lain jika Anda ingin hasil coating yang lebih maksimal dan tahan terhadap segala cuaca ekstrem. Gunakan Biothane 2K sebagai pengganti Biovarnish Clear Coar agar coating pada floating houses Anda bisa bertahan lebih lama.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X