Pengganti thinner untuk cat kini banyak dicari. Banyak orang mulai mempertimbangkan bahan lain yang lebih mudah didapat untuk menghemat biaya pengecatan.
Salah satu penyebabnya adalah harga thinner yang semakin mahal. Bahan pelarut di dalam thinner berasal dari turunan minyak bumi, sehingga harganya bisa ikut naik saat harga bahan baku minyak naik.
Namun, pengencer cat tidak bisa dipilih asal murah. Setiap cat punya karakter berbeda. Cat kayu, cat besi, cat minyak, cat water based, dan cat solvent based membutuhkan bahan pengencer yang sesuai. Jika salah campur, cat bisa rusak sebelum dipakai.
Jenis Pengganti Thinner untuk Cat
Pengganti thinner memang ada, tetapi tidak berlaku untuk semua cat. Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Banyak orang mengira semua cat bisa diencerkan dengan bahan cair apa saja selama teksturnya berubah lebih encer.
Padahal, dasar bahan cat menentukan jenis pengencernya. Cat water based cukup diencerkan dengan air. Jenis cat ini memakai air sebagai media utama, sehingga tidak membutuhkan thinner seperti cat berbasis solvent.
Sebaliknya, cat minyak atau cat solvent based tetap membutuhkan pelarut cat yang sesuai. Jenis cat ini tidak cocok dicampur air karena bahan dasarnya berbeda. Jika dipaksa, cat bisa sulit menyatu, daya sebar cat menurun, atau lapisan cat tidak menutup permukaan dengan baik.
Jadi, sebelum mencari campuran cat selain thinner, lihat dulu jenis cat yang digunakan. Jangan hanya melihat harga pengencernya.
1. Air untuk Cat Water Based
Pemakaian cat water based jauh lebih hemat karena pelarutnya berupa air. Air bersih dapat membantu menurunkan kekentalan cat. Cat pun lebih mudah disapukan memakai kuas, roll, atau alat semprot.
Meski begitu, air tetap harus dipakai secukupnya sesuai dengan panduan dari label cat water based. Terlalu banyak air dapat membuat cat terlalu encer. Akibatnya, warna sulit menutup, lapisan cat menjadi tipis, dan pengecatan harus diulang beberapa kali.
Untuk cat kayu water based, air juga membantu aplikasi terasa lebih mudah disapukan. Namun, permukaan kayu tetap harus bersih dan kering. Jika masih lembap, berdebu, atau berminyak, cat bisa sulit menempel dengan baik.
Dari sisi biaya, air memang paling hemat. Namun, air hanya dapat dipakai untuk cat berbasis air. Jika digunakan pada cat minyak atau cat besi solvent based, hasilnya justru bisa bermasalah.
2. Pelarut Khusus Sesuai Jenis Cat
Beberapa cat memiliki pelarut khusus dari pabrik. Biasanya, informasi ini tertulis pada kemasan produk. Pelarut tersebut dibuat agar sesuai dengan formula cat, sehingga lebih aman dibanding bahan pengganti sembarangan.
Pengencer cat kayu dan pengencer cat besi juga bisa berbeda. Sayangnya, pelarut khusus bisa lebih mahal.
Bahan yang Tidak Disarankan sebagai Campuran Cat Selain Thinner
Sebagian orang mencari pengganti tiner untuk cat dari bahan yang mudah ditemukan. Alasannya sederhana, yaitu lebih murah dan cepat didapat. Namun, tidak semua bahan cair bisa menjadi pengencer cat.
Beberapa bahan justru bisa mengubah karakter cat. Ada yang membuat cat terlalu berminyak, sulit kering, berbau tajam, atau tidak menempel. Bahan berikut sebaiknya tidak digunakan sebagai campuran cat selain thinner.
1. Bensin atau Solar
Bensin dan solar bukan bahan yang tepat untuk mengencerkan cat. Keduanya memang berbentuk cair dan sama-sama berasal dari minyak bumi, tetapi fungsinya berbeda dari thinner.
Bensin mudah menguap dan berisiko saat digunakan dekat api atau sumber panas. Baunya juga kuat, sehingga proses pengecatan menjadi kurang nyaman. Pada beberapa jenis cat, bensin dapat mengganggu tekstur cat dan membuat hasilnya tidak stabil.
Solar juga tidak disarankan. Karakternya lebih berminyak, sehingga bisa membuat cat sulit kering. Jika digunakan pada permukaan kayu atau besi, lapisan cat dapat terasa lengket lebih lama.
Jadi, meskipun bensin atau solar terlihat lebih murah, keduanya bukan pilihan hemat yang aman.
2. Minyak Tanah
Minyak tanah juga sering dianggap bisa menggantikan thinner. Padahal, bahan ini dapat menimbulkan masalah pada cat. Sifatnya yang berminyak bisa mengganggu proses pengeringan dan daya rekat cat.
Pada cat kayu, minyak tanah dapat membuat permukaan terasa licin atau lembap. Akibatnya, lapisan cat sulit menempel rata. Pada cat besi, campuran ini juga bisa membuat hasil kurang kuat.
Selain itu, minyak tanah meninggalkan bau yang cukup mengganggu. Jika digunakan di area tertutup, proses pengecatan menjadi kurang nyaman. Karena itu, minyak tanah tidak tepat dijadikan pengencer utama.
3. Air untuk Cat Minyak atau Cat Besi Solvent Based
Pertanyaan seperti cat besi dicampur air cukup sering muncul, terutama dari orang yang ingin menghemat thinner. Jawabannya tergantung jenis cat besinya.
Jika cat besi tersebut water based, air bisa digunakan sesuai petunjuk. Namun, jika cat besi berbasis solvent atau termasuk cat minyak, air tidak cocok digunakan.
Cat minyak dan cat solvent based tidak menyatu dengan air. Jika dipaksa, campuran bisa terpisah atau teksturnya menjadi tidak stabil. Cat juga bisa sulit menutup permukaan besi dengan merata.
Cara Menentukan Pengencer Cat Kayu dan Cat Besi yang Tepat
Cara paling aman untuk menentukan pengencer adalah melihat jenis catnya.
Cat kayu dan cat besi umumnya tersedia dalam dua jenis, yaitu water based dan solvent based. Keduanya membutuhkan pengencer yang berbeda. Jika salah memilih, cat bisa terlalu kental, terlalu encer, atau sulit membentuk lapisan yang kuat.
Selain itu, perhatikan cara aplikasinya. Cat yang dipakai dengan kuas biasanya tidak perlu terlalu encer. Sementara itu, cat untuk spray gun sering membutuhkan kekentalan yang lebih terkontrol agar semprotan keluar halus.
1. Cek Apakah Cat Water Based atau Solvent Based
Langkah pertama adalah membaca label kemasan. Jika tertulis water based, water reducible, atau dapat diencerkan dengan air, berarti air bisa digunakan sebagai pengencer. Namun, tetap ikuti batas takaran yang dianjurkan.
Jika kemasan menyebut solvent based, thinner, atau cat minyak, berarti cat membutuhkan pelarut khusus. Pada jenis ini, air bukan pilihan yang tepat. Gunakan thinner atau pelarut yang sesuai dengan petunjuk produk.
Informasi pada label membantu mencegah kesalahan campur yang bisa merusak cat.
2. Ikuti Takaran dari Kemasan Produk
Pengencer tidak boleh dituang terlalu banyak. Biasanya pada label cat sudah ada perbandingan yang disarankan, misal pada cat kayu water based memakai perbandingan 2 bahan cat : 1 air.
Takaran yang berlebihan bisa membuat lapisan cat terlalu tipis. Akibatnya, warna sulit menutup dan Anda perlu mengecat ulang. Dari sisi biaya, cara ini justru boros karena cat dan pengencer terpakai lebih banyak.
Sebaliknya, jika pengencer terlalu sedikit, cat terasa berat saat disapukan. Bekas kuas juga lebih mudah terlihat. Jadi, hemat bukan berarti mengurangi pengencer sembarangan, tetapi memakai takaran yang pas.
Pengganti Thinner untuk Cat yang Tepat
Mencari pengganti thinner boleh saja, terutama saat harga thinner terasa mahal. Namun, pilihan hemat tetap harus sesuai dengan jenis cat. Air bisa menjadi pilihan murah untuk cat water based, tetapi tidak cocok untuk cat minyak atau cat solvent based.
Untuk cat kayu dan cat besi berbasis solvent, gunakan thinner atau pelarut yang direkomendasikan. Biayanya mungkin lebih tinggi, tetapi hasilnya lebih aman dibanding memakai bahan asal murah seperti bensin, solar, atau minyak tanah.
Pada akhirnya, pengganti thinner untuk cat yang tepat bukan hanya yang murah. Pilihan terbaik adalah bahan yang cocok dengan cat, tidak merusak hasil pengecatan, dan tidak membuat cat terbuang sia-sia.
Baca juga : Thinner Terbuat dari Apa? Ini Kandungan, Fungsi, dan Bahayanya





