wood putty

Trik Mendempul Kayu Jati Belanda dengan Bioduco Wood Putty

Mudah untuk didapatkan dan juga memiliki harga murah adalah ciri khas dari kayu jati belanda. Bukan hanya itu saja, kayu ini sangat mudah untuk diolah karena sifatnya yang ringan. Walaupun banyak kelebihannya, kayu jati belanda termasuk kayu yang cukup membandel ketika di finishing warna natural. 

Sulitnya proses finishing warna natural membuat orang akhirnya memilih untuk melakukan finishing dengan cat duco. Jika dijelaskan banyak sekali cacat yang dimiliki kayu ini. Pertama adalah seringkali terdapat banyak lubang karena rayap, memiliki blue stain yang tergolong sulit diatasi dan juga warnanya yang putih. Kayu yang pucat cenderung kurang menarik, sehingga banyak yang memanfaatkan wood stain untuk mengatasinya. 

Dibandingkan finishing natural, finishing duco lebih populer untuk diaplikasikan pada kayu ini. Karena jika tidak dilapisi dengan cat, maka kayu akan lebih sensitif terhadap serangan jamur dan juga rayap. Maka pemilihan bahan finishing pun harus dilakukan dengan lebih hati-hati. 

Mengatasi masalah kayu jati belanda tersebut maka peranan dari dempul atau yang dikenal juga dengan wood putty menjadi sangat penting. Fungsi dari dempul ada berbagai macam, mulai dari menambal bagian cacat lubang hingga memberikan warna dasar sebelum aplikasi primer. Jadi bagaimana cara menggunakan dempul kayu pada jati belanda? 

Produk Dempul Manakah yang Sebaiknya Digunakan? 

Sebelum masuk pada tahapan aplikasi atau bagaimana cara mengaplikasikan dempul sebaiknya Anda mencari produk yang tepat terlebih dahulu. Begitu banyak produk dempul yang beredar di pasaran namun Anda hanya membutuhkan satu jenis saja. Produk dempul harus memenuhi kebutuhan dari kayu jati belanda. 

Di antara berbagai merk cat, Anda bisa memilih Bioduco wood putty yang terbuat dari bahan dasar air. Dempul ini memiliki kualitas terbaik di antara lainnya karena mudah diaplikasikan, tahan lama dan mampu memperbaiki cacat kayu secara maksimal. Ketika diaplikasikan dempul tidak menyusut berlebihan namun menutup dengan sempurna. Membuat Anda tidak boros mengaplikasikannya. 

Memiliki warna putih, dempul ini akan memperkuat warna primer sehingga warna cat duco nantinya akan lebih tajam. Dempul bisa diaplikasikan dengan berbagai cara, baik itu dicampurkan dengan serbuk kayu atau langsung. Anda bisa menilik beberapa trik mudah untuk mengaplikasikannya. 

Trik Anti Gagal untuk Mengaplikasikan Dempul Kayu

Kegagalan mengaplikasikan dempul akan berakibat pada hasil finishing kayu nantinya. Dempul yang tidak melekat akan menghasilkan keborosan. Dempul yang tidak rata pengamplasannya akan menghasilkan finishing yang kasar. Nah para DIY, sebaiknya Anda mencermati dengan benar apakah proses aplikasi dempul sudah benar. 

Apabila Anda masih salah dan lemah dalam proses aplikasi dempul, sebaiknya ikuti beberapa triknya berikut ini agar berhasil. 

Trik 1. Mengaplikasikan dempul dengan air

Bioduco wood putty merupakan dempul berbahan dasar air jadi tidak akan menjadi masalah jika Anda mengaplikasikannya dengan air. Sama seperti dempul yang lain terbuat dari solvent bisa juga dicampur dengan thinner. Namun karena dicampur air Anda tidak perlu bermasalah dengan bau dari dempul. 

Caranya adalah ambil sedikit dempul ke dalam gelas plastik, kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit. Aduk hingga larutan mengental sehingga mudah diaplikasikan dengan kain. Jangan terlalu encer karena dempul akan tidak akan bekerja dengan baik. Pastikan sebelum mengaplikasikan Anda harus mengaduk agar dempul tidak mengendap. 

Anda bisa mengaplikasikan larutan dempul dengan kain yang diucapkan secara memutar pada permukaan kayu. Trik ini hanya bisa diaplikasikan pada permukaan kayu jati belanda yang benar-benar rata dan halus bebas cacat lubang. 

Trik 2. Mengaplikasikan langsung dengan scrape

Scrape atau pisau palet adalah satu-satunya alat yang dikenal untuk mengaplikasikan dempul. Disini Anda bisa mengaplikasikannya hanya saja dempul tidak perlu dicampur dengan air. Dempul bisa diaplikasikan secara langsung pada lubang cacat. 

Proses aplikasi secara langsung ini hanya bisa dilakukan pada cacat lubang yang tidak lebih dari 5mm. Jika terlalu besar dempul tidak akan menutup secara maksimal. Cara mengaplikasikannya cukup mudah, dempul cukup diambil dengan scrape kemudian isikan pada lubang. 

Tekan hingga dempul mencapai dasar dari lubang dengan scrape. Jika masih cekung tambahkan dempul kembali. Kemudian setelah selesai ratakan dengan scrape sehingga lubang cacat tidak terlihat kembali. Permukaan harus merata dan dempul dapat dibiarkan mengering. 

Trik 3. Mengaplikasikan dengan serbuk kayu

Jika dempul diaplikasikan langsung dengan scrape untuk lubang kecil, maka untuk lubang lebih dari 5 mm Anda harus mencampurkannya dengan serbuk kayu. Hal ini berlaku pada kerusakan kusen kayu jati belanda karena rayap. Lubang yang terlalu besar harus dipadatkan dengan dempul yang dicampur dengan serbuk kayu. 

Pilihlah serbuk kayu yang benar-benar halus, jangan lupa pilih kayu dengan warna yang sama dengan kayu jati belanda. Anda perlu menyaring serbuk kayu tersebut sebelum mencampurkannya dengan Bioduco wood putty. 

Campurkan kedua bahan tersebut dengan perbandingan yang sama. Campur merata hingga bentuknya menjadi pasta yang lebih kental namun tidak terlalu keras. Cara mengaplikasikannya masih dengan scrape. Cukup isikan bahan tersebut kepada lubang, jika lubang terlalu besar buatlah cetakan agar permukaan kembali halus. 

Trik 4. Mengamplas Dempul yang Kering

Dempul mungkin sudah Anda aplikasikan, namun pekerjaan belum selesai. Sebelum kayu jati belanda dicat dengan primer dempul harus di amplas terlebih dahulu. Pengamplasan dari dempul sendiri membutuhkan cara yang tepat. Jika ingin cepat Anda bisa menggunakan mesin amplas. 

Kertas amplas yang digunakan adalah aluminium oxide nomor 240.  Pertama pastikan dempul sudah benar-benar kering dengan mendiamkannya selama 20 menit tanpa dijemur. Jika belum kering diamkan selama beberapa menit lagi. 

Setelah itu pasang kertas amplas pada mesin sanding atau balok kayu. Amplas permukaannya dengan searah serat kayu. Dempul harus merta, jika ternyata setelah pengeringan dan pengamplasan permukaan kembali cekung Anda harus mengaplikasikan dempul kembali. 

Trik 5. Cara Membersihkan Debu Dempul 

Selesai pengamplasan debu bekas pendempulan akan muncul. Debu ini harus dibersihkan agar nantinya hasil finishing lebih halus. Membersihkan debu ini tidak menggunakan kain microfiber seperti menyiapkan kayu. Anda harus menggunakan kain yang kering atau bisa juga dengan mesin vakum. 

Debu yang dibersihkan dengan mesin vakum akan lebih bersih. Pastikan saja selesai mengamplas kayu tidak basah atau hindari mengelap dengan kain basah. Anda juga bisa memilih blower untuk menghilangkan debu. Hindari juga menggunakan sikat untuk membersihkan debu walaupun sikat memiliki bulu halus. 

Tips : Dempul water based adalah jenis produk yang sangat mudah diaplikasikan. Selama proses pengeringannya dempul tidak perlu dijemur karena akan kering dengan sendirinya. Pengamplasan dempul juga tergolong mudah, Anda tidak perlu menekan berlebihan karena setelah kering dempul akan mengeras dengan sempurna. Proses pengamplasan tidak membuat dempul mengelupas. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X