Warna Untuk Pagar Bambu Dengan Cat Kayu Biovarnish

Warna untuk Pagar Bambu dari Cat Kayu Biovarnish

Mengolah bambu menjadi pagar telah dilakukan oleh masyarakat sejak lama. Tanaman bambu banyak tumbuh di Asia sehingga banyak rumah-rumah di Asia yang menggunakan pagar bambu dan kerangka rumah dari bambu.

Material bambu banyak digunakan menggantikan kayu karena memiliki karakteristik yang unik. Kelebihan karakteristik bambu yang sering dimanfaatkan adalah bersifat lentur sehingga mudah untuk dibentuk.

Bambu juga memiliki daya tarik yang kuat sehingga tidka mudah putus ketika digunakan untuk menyangga beban yang berat. Bambu memiliki karakteristik tampilan yang indah, ini dipengaruhi juga penggunaan jenis cat kayu yang tepat untuk menjaga serat bambu tetap alami.

Warna Untuk Pagar Bambu Dengan Cat Kayu Biovarnish
Pagar bambu yang belum difinishing.

Ada dua cara apabila Anda ingin menggunakan bambu sebagai pagar, yang pertama adalah menggunakan bambu tanaman yang kedua adalah bambu yang sudah dipotong dan menjadi benda mati.

Menggunakan bambu yang masih hidup berati Anda harus merawat tanaman agar tetap tumbuh subur dan menjadi pagar rumah yang menarik dan tahan lama. Jika Anda ingin lebih mudah mendapatkan perawatan maka Anda bisa memilih pagar yang sudah dibentuk. Perawatan pagar bambu ini bisa dimulai dengan pelapisan cat.

Lapisan cat ini merupakan perawatan awal, karena lapisan coating dari cat akan menutup pori pada bambu. Pori bambu yang terlapisi oleh lapisan coating ini akan terlindungi dari perubahan cuaca dan juga rayap maupun jamur. Maka dalam memilih cat kayu untuk pagar bambu Anda harus memperhatikan kualitas catnya.

Nah ketika Anda memilih cat, Anda juga bisa memilih warna yang diinginkan. Salah satu produk yang akan melindungi pagar bambu Anda adalah cat kayu Biovarnish. Cat water based ini juga memiliki 20 pilihan warna menarik yang proses aplikasinya mudha yaitu hanya dengan kuas.

Kenali Jenis Bambu Yang Digunakan Sebelum Mengecat

Sebelum Anda mengolah dan mengecat bambu, Anda harus emngenali apa saja jenis bambu yang biasanya atau dapat digunakan sebagai pagar. Setelah mengetahui jenis bambu ini Anda juga akan dapat menentukan desain pagar dan juga pemberian warna yang tepat.

  1. Bambu Bambusa Bambos

Disebut juga dengan bambu ori atua dalam istilah Jawa pring ori. Tinggi mencapai 30 m (dinding batang sangat tebal dan batang berbulu tebal); 15 – 18 cm (jarak buku 20 – 40 cm); berwarna hijau muda; tempat tumbuhnya di tanah basah, di sepanjang sungai.

Manfaatnya adalah: rebungnya (sayuran), daunnya (makanan ternak), dan bibitnya (bahan makanan sekunder), sampai dengan batangnya (keperluan rumah tangga dan bahan dasar bangunan).

Jenis ini berguna sebagai pengendali banjir bila ditanam di sepanjang sungai dan pelindung tanaman dari angin kencang. Batangnya dipakai untuk industri pulp, kertas, dan kayu lapis.

Jenis ini juga dapat dipakai sebagai bahan dasar pembuatan semir sepatu, lem perekat, kertas karbon, dan kertas kraft tahan air. Rendaman daun bambu dipakai untuk penyejuk mata dan mengobati penyakit (bronkitis, demam, dan gonorrhoea).

  1. Bambu Bambusa vulgaris Schrader ex Wendland

Nama lokalnya adalah pring ampel, bambu ampel, haur. Dengan tinggi berdiameter dan warna batang; tinggi mencapai 10 – 20 m (batang berbulu sangat tipis dan tebal dinding batang 7 – 15 m; 4 – 10 cm (jarak buku 20 – 45 cm); kuning muda bergaris hijau tua.

Baca Juga:  Hemat Kantong Setelah Melihat Harga Plitur 2016 Ini

Tempat tumbuhnya, mulai dataran rendah hingga ketinggian 1200 m, di tanah marjinal atau di sepanjang sungai, tanah genangan, pH optimal 5 – 6,5; serta tumbuh paling baik pada dataran rendah.

Manfaatnya adalah air rebusan rebung muda bambu kuning dimanfaatkan untuk mengobati penyakit hepatitis. Batangnya banyak digunakan untuk industri, mebel, bangunan, perlengkapan perahu, pagar, tiang bangunan, dan juga sangat baik untuk bahan baku kertas.

Warna Untuk Pagar Bambu Dengan Cat Kayu Biovarnish

  1. Bambu dendrocalamus asper (Schultes f.) Backer ex Heyne

Nama lokal bambu ini adalah bambu petung, buluh betung, bulu jawa, dan betho. Tinggi mencapai 20 – 30 m (batang berbulu tebal dan tebal dinding batang 11 – 36 m); diameter berukuran 8 – 20 cm (jarak buku 10 – 20 cm di bagian bawah dan 30 – 50 cm di bagian atas); warna batangnya adalah coklat tua.

Tempat tumbuhnya, mulai dataran rendah hingga ketinggian 1500 m, tumbuh terbaik pada ketinggian antara 400 – 500 m, dengan curah hujan tahunan sekitar 2400 mm. Tumbuh di semua jenis tanah, tetapi paling baik di tanah yang berdrainase baik.

Manfaatnya adalah rebung dari jenis tanaman bambu ini adalah rebung yang terbaik dengan rasa manis dibuat untuk sayuran. Batangnya digunakan untuk bahan bangunan (perumahan dan jembatan), peralatan memasak, bahkan juga untuk penampung air. Banyak digunakan untuk konstruksi rumah, atap dengan disusun tumpang-tindih, dan dinding dengan cara dipecah dibuat plupu.

  1. Bambu Dendrocalamus Strictus (Roxb) Nees.

Nama lokalnya adalah bambu batu. Tinggi mencapai 8 – 16 m (batang berbulu tebal dan tebal dinding batang hingga 1 cm); diameter berukuran 2,5 – 12,5 cm (jarak buku 30 – 45 cm); warna batangnya adalah hijau, kekuningan, buram.

Tempat tumbuhnya di segala jenis tanah, khususnya tanah liat berpasir, dengan drainase yang baik dengan pH 5,5 – 7,5. Ketinggian dari permukaan laut sampai dengan 1200 dengan curah hujan optimal per tahun 1000 – 3000 mm. Manfaatnya adalah digunakan untuk bahan industri pulp dan kertas, kayu lapis, bangunan, mebel, anyaman, peralatan pertanian, dan peternakan. Sedangkan daunnya digunakan untuk makanan ternak.

  1. Bambu Gigantochloa Apus (J.A & J.H. Schultes) Kurz.

Nama lokalnya adalah bambu apus, pring apus, peri. Tinggi mencapai 8 – 30 m (batang berbulu tebal dan tebal dinding batang 1,5 cm; diameter berukuran 4 – 13 cm (jarak buku 20 – 75cm.); warna batangnya adalah hijau keabu-abuan, cenderung kuning mengkilap.

Tempat tumbuhnya di dataran rendah, dataran tinggi (atau berbukitbukit) sampai dengan 1.500 m, bahkan juga dapat tumbuh di tanah liat berpasir. Manfaatnya adalah biasa digunakan sebagai tanaman pagar penghias. Batangnya juga dapat dipakai sebagai alat pembuatan pegangan payung, peralatan memancing, kerajinan tangan (rak buku), industri pulp dan kertas, dan penghalau angin kencang (wind-break).

  1. Bambu gigantochloa pseudoarundinacea (Steudel) Widjaja.

Nama lokalnya adalah bambu andong, gambang surat, peri. Tinggi mencapai 7 – 30 m (batang berbulu tebal dan tebal dinding batang hingga 2 cm); diameter 5 – 13 cm (jarak buku hingga 40 – 45 cm); warna batangnya adalah hijau kehijau, kuningan atau hijau muda.

Baca Juga:  Grosir Cat Kayu Tidak Berbau Berkualitas di Indonesia

Tempat tumbuhnya di tanah liat berpasir/tanah berpasir, dengan ketinggian hingga 1.200 m di atas permukaan laut dengan curah hujan per tahun 2.350 – 4.200 mm, temperatur 20 – 32 0 C, dengan tingkat kelembaban relatif sekitar 70%. Manfaatnya adalah digunakan untuk bahan bangunan, pipa air, mebel, peralatan rumah tangga, sumpit makan, tusuk gigi, dan peralatan musik. Rebungnya dapat dimasak menjadi sayuran.

  1. Bambu gigantochloa atroviolacea Widjaja.

Nama lokalnya adalah bambu hitam, pring wulung, peri laka. Tinggi mencapai 2 m (batang berbulu tipis/halus dan tebal, dinding batang hingga 8 mm); diameter berukuran 6 – 8 cm (jarak buku 4 cm.-50 cm); warna batangnya adalah hijau-coklat tua, keunguan atau hitam.

Tempat tumbuhnya adalah di tanah tropis dataran rendah, berlembab, dengan curah hujan per tahun mencapai 1500 – 3700 mm, dengan kelembaban relatif sekitar 70% dan temperatur 20 – 320 C. Dapat pula tumbuh di tanah kering berbatu atau tanah (vulkanik) merah.

Jika ditanam di tanah kering berbatu, warna ungu pada batang akan kelihatan semakin jelas. Manfaatnya adalah digunakan untuk bahan pembuatan instrumen musik seperti angklung, calung, gambang, dan celempung. Juga berfungsi untuk bahan industri kerajinan tangan dan pembuatan mebel. Rebungnya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran.

Pewarnaan Pagar Bambu Dengan Cat Kayu Biovarnish

Melihat dari berbagai macam warna bambu tersebut maka pilihan warna natural transparan akan menjadi pilihan yang sangat tepat. Warna bambu menurut jenisnya ini sangat bermacam-macam,a da yang berwarna cokelat, hijau dan juga warna kuning bahkan ada yang hitam.

Pilihan warna jenis cat untuk bambu ini sangat cocok jika menggunakan cat kayu Biovarnish. Anda bisa memilih dari 20 pilihan warna Biovarnish.

Warna Untuk Pagar Bambu Dengan Cat Kayu Biovarnish
Tiga macam finishing berbeda pada pagar bambu.

Pilihan warna yang cocok untuk bambu warna kuning adalah warna yellow teak, gardena teak, candy brown. Jika Anda ingin mendapatkan warna yang gelap dari kayu bambu hitam maka gunakan warna black atau warna papua rose dan warna sonokeling. Jika warna bambu yang ingin diwujudkan warna cokelat muda maka Anda bisa menggunakan warna light walnut, warna cherry warna light brown dan warna cokelat lainya yang dimiliki oleh Biovarnish.

Cat kayu Biovarnish adalah cat water based yang telah dilengkapi dengan bahan anti jamur, anti rayap dan tahan gores. Perubahan cuaca yang sangat mempengaruhi ketahanan dari pagar akan dilindungi oleh cat kayu Biovarnish, jadi pagar akan menjadi lebih tahan lama. Walaupun cat water based, Biovarnish tidak akan mudah luntur jika terkena air hujan. Ingin mendapatkan cat kayu Biovarnish? Anda bisa membelinya langsung melalui situs ini. Pilihan warna lengkap dan banyak diskon menarik.

Cara Mengaplikasikan Biovarnish Lengkap untuk Pagar Bambu

Selesai memilih warna saatnya melakukan pengecatan. Biovarnish adalah produk cat yang cara mengaplikasikannya sangat mudah yaitu dengan menggunakan kuas. Anda tidak perlu bingung soal bahan pelarut hingga alat yang digunakan. Semuanya tersedia di rumah, jika beli harganya pun tidak terlalu mahal. 

Kuas yang digunakan adalah kuas dengan bulu nilon yang bisa Anda beli di toko bahan bangunan terdekat dengan harga murah. Langkah finishing yang dibutuhkan adalah persiapan, pengecatan dan pengeringan. Anda perlu menggunakan tiga produk supaya pagar bambu terlindungi maksimal. 

Baca Juga:  Keunggulan Biocolours Primer White 670 Dibanding Primer Coat Merk Lain

Berikut ini langkah-langkah mengaplikasikan Biovarnish lengkap pada pagar bambu di rumah. 

  • Mempersiapkan pagar bambu dengan mengamplas

Pagar bambu yang hendak difinishing harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan diamplas. Karena permukaan bambu berbeda dengan kayu yang memiliki lapisan lilin, maka pengamplasan perlu dilakukan. Tujuannya menciptakan goresan untuk mempermudah lapisan cat menemempel. 

Pengamplasan juga dilakukan untuk membersihkan buku-buku pada pagar bambu yang terdapat di bagian ujung-ujungnya. Supaya buku-buku tersebut tidak tersumbat kotoran dan debu dan nantinya akan ditutup dengan wood filler

Cara mengamplas adalah secara manual dan ikuti permukaan bambu. Anda bisa menggunakan amplas nomor 220 dan bersihkan debu amplas dengan kain. Pastikan sebelum aplikasi cat permukaan bambu terbebas dari debu. 

  • Menutup pori bambu dengan Biovarnish Wood Filler

Wood filler adalah bahan yang akan menutup buku-buku pada bambu. Buku-buku bambu sama fungsinya seperti pori kayu yaitu menyerap kelembaban. Selain itu kemampuannya menyerap lembab lebih tinggi dibandingkan kayu. 

Oleh karena itu, Anda harus menggunakan Biovarnish wood filler untuk menutupnya. Wood filler juga perlu diaplikasikan pada bagian bambu yang cacat. Misalnya muncul retakan kecil, supaya nantinya pagar tidak cepat rusak. 

Cara mengaplikasikannya, adalah dengan melarutkan wood filler dengan sedikit air. Jangan lupa pilih warna yang sesuai dengan warna akhir yang diinginkan. Biovarnish menyediakan empat warna yaitu jati, mahoni, ramin dan sungkai. 

Kuaskan atau aplikasikan dengan scrape pada bambu kemudian tunggu kering 20 menit dan amplas. Gunakan amplas nomor 240, jika bagian cacat belum tertutup sepenuhnya Anda bisa mengulangi aplikasi wood filler sekali lagi. Bersihkan debu amplas sesudahnya. 

  • Memberikan warna pagar dengan Biovarnish Wood Stain

Anda sudah memilih warna, kini gunakan Biovarnish wood stain untuk mewarnai pagar bambu. Caranya adalah siapkan wadah terpisah kemudian tuangkan dan larutkan bersama air. Gunakan perbandingan 2:1 air dan aduk hingga merata. 

Kuaskan wood stain ke seluruh permukaan bambu, karena tidak ada serat maka ikuti bentuk pagar. Pastikan Anda mengaplikasikannya pada satu arah saja. Setelah itu diamkan lapisan pertama ini selama 60 menit. Baru setelah kering amplas ambang, gunakan amplas nomor 400. 

Jika warna masih kurang gelap atau tajam, ulangi aplikasi sekali lagi. 

  • Memberikan lapisan pernis dengan Biovarnish Clear Coat

Aplikasi terakhir adalah mengecat pernis yaitu Biovarnish clear coat. Disarankan untuk menggunakan clear coat gloss supaya hasil warnanya lebih tahan lama. Untuk aplikasinya, campurkan clear coat gloss dengan air, gunakan perbandingan 2:1 juga. 

Aduk merata dan kuaskan pernis pada permukaan pagar bambu. Lakukan hingga merata dan ikuti arah wood stain. Diamkan pagar bambu supaya mengering selama semalaman. Karena pagar sudah dipasang di luar ruangan, pastikan Anda mengecat pada saat cuaca panas. 

Anda juga bisa membeli langsung dengan datang ke Jepara di alamat jl. Raya Kudus Km. 9 – Ngabul – Tahunan Jepara. Anda bahkan bisa berkonsultasi langsung masalah finishing pada proyek Anda. Lebih baik menggunakan produk water based di zaman sekarang dan meninggalkan produk solvent yang berbahaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X