Biovarnish wood stain

Trik Ampuh Mengecat dengan Wood Stain agar Warna Lebih Tajam

Menghadapi masalah dengan wood stain yang tidak merata pada saat diaplikasikan? Atau mendapatkan wood stain tidak memiliki warna tajam sesuai yang diinginkan? Pasti masih banyak kesalahan yang Anda lakukan tanpa disadari. Penting untuk mempelajari bagaimana cara mengecat wood stain dengan tepat. 

Selain teknik Anda juga harus mempelajari bagaimana cara memilih produk yang tepat. Tanpa menggunakan produk wood stain yang tepat warna yang dihasilkan tidak akan tajam berapapun banyak lapisan coating yang Anda aplikasikan. Selanjutnya adalah bagaimana persiapan material kayu. 

Pengecatan yang halus akan didukung dengan proses persiapan material kayu yang tepat. Persiapan dilakukan dengan pengamplasan dengan balok kayu. Namun jika permukaan kayu tidak merata atau banyak ukiran maka Anda bisa menggunakan busa. 

Beberapa teknik yang mungkin terlewatkan akan dipelajari dalam artikel ini. Teknik mempersiapkan material, pemilihan cat hingga teknik pengecatan harus dilakukan dengan sempurna. Semua trik ini akan dijelaskan dalam 10 trik berikut ini. 

Trik 1. Produk Wood Stain yang Sebaiknya Digunakan

Apakah produk wood stain yang selama ini Anda gunakan? Tidak semua wood stain memiliki warna yang sesuai dibutuhkan dan warna yang diinginkan. Nah untuk itu Anda bisa menggunakan Biovarnish wood stain yang memiliki 20 pilihan warna. Semua warna ini mewakili berbagai macam jenis kayu. 

Selain itu, Biovarnish wood stain adalah jenis stain water based yang aman untuk digunakan. Wood stain yang digunakan harus terbuat dari air karena bebas dari masalah polusi. Anda bisa mengeceknya dengan mencium aroma dari cat. Biovarnish tidak menimbulkan aroma tidak menyengat karena rendah kandungan logam berat. 

Trik 2. Memilih Jenis Kuas yang Tepat Digunakan

Anda harus menggunakan kuas yang berkualitas dan jangan takut membeli kuas dengan harga lebih mahal karena Anda bisa mengulangi penggunaanya. Jenis kuas yang digunakan pada wood stain water based adalah kuas dengan bulu nilon yang mampu menyerap air. Bisa juga menggunakan kuas busa dan hindari menggunakan kuas dari bulu alami. 

Baca Juga:  Perbedaan Pernis dan Plitur dan Bahannya Yang Berbahaya

Ukuran kuas yang digunakan juga harus dipilih. Semakin besar kuas maka semakin besar juga ukuran furniture yang hendak di finishing. Ujung dari kuas sebaiknya dipilih yang berbentuk runcing karena akan menimbulkan efek yang lebih rapi. 

Trik 3. Mengecat Di Ruang yang Bersih dan Terang

Persiapkan juga ruangan untuk mengecat. Pastikan Anda mengecat di ruang yang lebih bersih dan juga kering. Hindari mengecat di luar ruangan karena berdebu. Ruangan yang masih kotor harus dibersihkan dari debu dengan mesin vakum. Anda juga menutupi semua ruangan dengan plastik agar lebih mudah dibersihkan. 

Ruangan juga harus terang karena untuk memperlihatkan bagian furniture mana saja yang belum sempat dilapisi dengan cat. Sehingga Anda akan mendapatkan hasil finishing yang lebih merata dan juga tajam warnanya. 

Trik 4. Proses Pengamplasan Kayu dan Coating

Anda harus memperhatikan dua jenis pengamplasan yang dilakukan selama pengecatan. Pertama adalah pengamplasan material kayu yang belum dilapisi dengan coating. Pada pengamplasan ini Anda bisa menggunakan kertas amplas nomor 220 dan bersihkan debu amplas. Manfaatkan juga mesin amplas agar hasilnya bisa menjadi lebih rapi. 

Kedua adalah cara mengamplas antar lapisan coating. Pada pengamplasan ini Anda hanya membuat goresan sehingga lapisan coating di atasnya dapat menempel nantinya. Amplas harus dilakukan dengan lebih ringan dan ambang. Gunakan kertas amplas nomor 400 dan bisa di amplas secara manual. 

Trik 5. Memilih Warna Wood Stain yang Tepat

Proses memang penting, namun Anda juga harus memperkirakan warna yang nantinya keluar saat selesai mengecat. Perhatikan apakah warna kayu yang akan dicat. Jika warnanya lebih gelap maka Anda bisa menggunakan warna wood stain yang juga lebih gelap. Kecuali Anda bisa menggunakan pemutih kayu sebelumnya sehingga kayu yang warna gelap akan berubah menjadi lebih terang. 

Baca Juga:  Merk Bahan Bleaching Kayu WA 250, Aplikasi Mudah Tanpa Panas Matahari

Sedangkan untuk kayu dengan warna lebih terang akan lebih mudah dicat. Anda bisa menggunakan wood stain apapun karena lebih fleksibel. Contoh kayu yang paling mudah di cat adalah pinus, ramin, sungkai atau kayu dengan warna putih lainnya. 

Trik 6. Proses Pengeringan Furniture yang Benar

Anda mungkin akan menggunakan Biovarnish wood stain. Proses pengeringan wood stain ini berbeda dengan wood stain konvensional berbasis solvent. Karena bahan dasarnya menggunakan air, maka proses pengeringan bisa lebih cepat. Asalkan Anda tidak menjemur furniture. Penjemuran akan membuat cat mengering justru tidak sempurna. 

Kecuali Anda menggunakan wood stain berbasis solvent maka proses pengeringannya harus menggunakan panas matahari. Membuat Anda tergantung dengan cuaca ketika melakukan pengecatan. Pastikan pengeringan ini berjalan dengan lancar dan juga bebas debu. 

Trik 7. Teknik Menggunakan Kuas agar Hasil Lebih Rapi

Apapun jenis kuas yang telah Anda beli, pastikan berkualitas. Teknik menggunakan kuas juga harus diperhatikan. Khusus untuk menguas wood stain Anda harus menghindari pengecatan dengan brush mark. Untuk itu peganglah kuas dengan sudut 45 derajat dan tariklah cat seringan mungkin. 

Tarik ke arah serat kayu sehingga tidak ada efek brush mark. Tarik dan jangan ulangi penguasan pada area cat yang setengah kering. Mengecat harus dengan rasa, maka cobalah untuk mengasah rasa Anda ketika mengecat. Pastikan kembali apakah hasilnya sudah rapi. 

Trik 8. Membuat Larutan Wood Stain yang Tepat

Setiap kemasan wood stain pasti telah dilengkapi dengan cara menggunakan salah satunya adalah bagaimana cara mencampurkan cat. Khusus untuk ini Anda harus menggunakan alat NK2 untuk mengecek viskositas atau tingkat larutan wood stain yang dibuat. Jika Anda menggunakan Biovarnish wood stain maka alat ini wajib digunakan. 

Baca Juga:  Cara Mengamplas Kayu yang Benar

Viskositas yang didapatkan dari Biovarnish adalah 11-12 detik NK2. Jumlah ini akan membuat larutan cat mudah diaplikasikan karena tidak terlalu encer bahkan terlalu kental. Proses pengeringan cat pun akan berjalan lebih normal. 

Trik 9. Mengaplikasikan Minimal Dua Kali Lapisan

Anda harus mengaplikasikan Biovarnish wood stain setidaknya dua kali lapisan. Setiap lapisan harus diaplikasikan secara tipis dengan begitu warna yang dihasilkan akan lebih tajam. Sekali aplikasi saja hanya akan membuat warna lebih pucat. 

Ingatlah pada saat mengaplikasikan setiap lapisan nya Anda harus tipis saja. Setelah itu keringkan lapisan pertama kemudian amplas secara ambang. Baru aplikasikan kembali coating kedua, bahkan bisa dilanjutkan coating ketiga. 

Trik 10. Memberikan Lapisan Top Coat

Sangat penting untuk memberikan lapisan top coat atau lebih sering disebut pernis. Fungsinya adalah menjaga warna dari wood stain nantinya bertahan lebih lama. Anda tidak perlu takut akan warna yang memudar karena sinar UV. Selain itu top coat juga akan memberikan tampilan berbeda. 

Disini Anda bisa menggunakan Biovarnish clear coat yang kompatibel dengan Biovarnish wood stain karena sama-sama menggunakan air. Selain itu Biovarnish clear coat juga memiliki dua jenis tampilan yaitu matte dan juga gloss.  

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X