Cat jenis solvent membutuhkan pelarut berupa thinner agar bahan cat lebih mudah digunakan. Dalam proses finishing, perbandingan cat dan thinner menjadi faktor penting karena berpengaruh langsung pada hasil lapisan cat.
Perbedaan dosis campuran akan menghasilkan tingkat kekentalan yang berbeda. Jika campuran terlalu kental, droplet dapat muncul dan permukaan lapisan cat menjadi tidak rata. Selain itu, kekentalan berlebihan juga dapat mengurangi tingkat kilap.
Karena dampaknya cukup besar, memahami takaran yang sesuai menjadi penting agar hasil finishing tidak mengecewakan.
Thinner sendiri tersedia dalam beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan karakter maupun kandungannya. Secara umum, thinner terbagi menjadi thinner NC (Nitrocellulose) dan thinner PU (Polyurethane).
Keduanya berkaitan dengan jenis cat yang banyak digunakan di pasaran, meskipun dalam praktiknya tidak selalu digunakan dengan cat sejenis.
Jenis Thinner yang Digunakan
Thinner NC (Nitrocellulose) dan thinner PU (Polyurethane) merupakan dua jenis thinner yang paling umum digunakan. Masing-masing memiliki kandungan yang berbeda.
Dalam praktik di lapangan, banyak pengguna memilih thinner yang berbeda dengan jenis cat yang digunakan, biasanya dengan tujuan menghemat biaya. Namun, perbedaan karakter antara cat dan thinner dapat memengaruhi hasil campurannya.
Baca juga : Perbedaan Cat PU dan NC untuk Finishing Kayu
Beradasarkan penelitian yang ada, berikut perbandingan cat dan thinner dari jenisnya.Â
Perbandingan Cat dan Thinner

Thinner NC (Nitrocellulose)
Jika menggunakan thinner jenis NC, sebaiknya thinner ini digunakan untuk campuran cat NC. Perbandingan yang sudah teruji adalah 1 : 1,5.
Dengan perbandingan tersebut, hasil lapisan tidak menimbulkan droplet dan tingkat kilap tetap baik.
Thinner PU (Polyurethane)
Begitu halnya dengan thinner PU. Thinner ini sebaiknya dicampurkan dengan cat yang sama-sama berjenis polyurethane. Perbandingan yang direkomendasikan adalah 1 : 1,3.
Perbandingan ini digunakan untuk mendapatkan hasil lapisan yang lebih merata.
Alternatif Selain Thinner
Di balik kegunaannya, thinner menyimpan risiko. Hal ini dapat dirasakan dari aroma yang tajam dan menyengat. Bau thinner tidak hanya mengganggu kenyamanan saat finishing, tetapi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan serta lingkungan.
Thinner mengandung senyawa organik yang mudah menguap atau VOC (Volatile Organic Compounds) yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika terpapar secara terus-menerus.
Pelarut Air sebagai Alternatif

Sebagai alternatif yang lebih aman, thinner dapat digantikan dengan pelarut air. Namun, penggunaan pelarut ini memerlukan jenis cat water based yang memang dirancang untuk dicampur dengan air.
Cat jenis ini dinilai tidak kalah kuat dibandingkan cat jenis solvent. Selain itu, penggunaannya lebih praktis, hemat biaya, lebih aman, dan tidak memerlukan pencampuran thinner. Untuk proses pencampuran, cukup menggunakan air.
Perbandingan cat dengan air bergantung pada produk yang digunakan. Oleh karena itu, membaca label pada kemasan menjadi langkah penting sebelum mencampur.
Sebagai gambaran, terdapat produk yang menyarankan perbandingan 4 bagian cat dan 1 bagian air untuk cat enamel, 2 banding 1 untuk plitur, serta 1 banding 1 untuk pernis bening. Namun, takaran ini dapat berbeda tergantung produk yang digunakan.
Dengan mengenali jenis thinner, mengikuti perbandingan yang direkomendasikan, serta mempertimbangkan alternatif pelarut yang lebih aman, hasil pengecatan dapat sesuai harapan.









