Kayu yang telah difinishing dengan pernis

Tips dan Trik Menggunakan Kuas Saat Mengecat Kayu

Bagi banyak orang, pengalaman pertama mengecat dengan kuas biasanya dilakukan dengan menggunakan cat minyak atau cat lateks bahkan alkyd. Setiap jenis bahan finishing tersebut relatif mudah untuk diaplikasikan dengan kuas. 

Cat sangat mudah diaplikasikan karena Anda bahkan tidak harus mendapatkan hasil yang sempurna. Beberapa masalah seperti brush mark (bekas sapuan kuas) dan juga kesalahan lainnya yang kecil masih bisa diterima. 

Pernis adalah bahan finishing yang paling mudah digunakan karena kering dengan perlahan. Jadi masih banyak waktu untuk bisa meratakannya dengan baik dan menguaskan cat kembali searah dengan serat kayu. 

Mungkin Anda pernah mencari bagaimana cara menggunakan kuas untuk mengecat kayu. Hasilnya bisa beragam, ada yang akan menyarankan Anda untuk mengaplikasikan cat  berlawanan arah serat bahkan dengan arah diagonal. 

Langkah tersebut memang sepertinya benar namun lama kelamaan pada saat Anda praktek akan ketahuan bahwa langkah tersebut salah. Lalu bagaimana cara menggunakan pernis atau cat lain yang benar hanya dengan kuas? 

Anda bisa mempelajarinya dengan singkat. Karena menguas adalah kegiatan finishing yang yang paling mudah. Tidak perlu pelajaran khusus dengan para profesional untuk melakukannya. Namun mendapatkan hasil yang terbaik itulah yang membutuhkan pemilihan dan teknik yang tepat. 

Memilih Kuas yang Tepat untuk Finishing

Kuas adalah alat yang sederhana untuk meratakan cat ke permukaan kayu. Sama juga seperti alat lainnya ada beberapa spesialis versi yang akan memberikan kualitas hasil berbeda. 

Penting untuk mengetahui kualitas kuas sebelum Anda mengaplikasikannya pada furniture. Kuas juga akan bekerja dengan cara berbeda sesuai dengan jenis bahan finishing yang digunakan. 

Berikut ini beberapa cara memilih kuas sebelum Anda memulai finishing. 

  • Kuas pertama yang digunakan

Mulailah dengan menggunakan kuas berukuran 2 inci. Kuas ukuran ini cukup kecil untuk Anda belajar bagaimana cara mengecat kayu jati berbentuk meja yang berukuran kecil misalnya. Kebanyakan kuas telah didesain untuk mengaplikasikannya cat, jenis yang lebih kaku biasanya cocok untuk clear finish. 

Baca Juga:  Tips Memilih Plitur Kayu Jati
Kuas dengan bulu alami
kuas dengan bulu alami

Pulih kuas yang memiliki bulu lebih fleksibel dan panjang sehingga Anda bisa mengaplikasikan satu sapuan kuas lebih luas. Bulu kuas yang pendek tidak memiliki fleksibilitas yang tinggi. 

  • Membeli kualitas bukan kuantitas

Sebagai awalan, kuas dipilih karena alasan ekonomis. Kualitas bisa menjadi nomor sekian dan Anda akan menggunakannya secara reguler. Jangan pikirkan harga murah dan Anda bisa membelinya berulang kali. 

Kuas yang murah tidak menjamin kualitas terbaik biasanya. Pastikan Anda membeli kuas keluaran dari pabrik khusus yang spesial membuatnya. Pilihan terbaik bisa menggunakan merk ternama. 

Kuas yang terbuat dari pabrik berkualitas biasanya memang mahal namun hasil produk yang mereka ciptakan sebanding dengan finishing yang ingin kita raih. 

  • Samakan kuas dengan jenis bahan finishing

Bulu kuas sangat mempengaruhi hasil dan bulu kuas dipilih sesuai dengan jenis bahan finishing yang akan digunakan. Kuas dengan bulu dari bahan alami digunakan untuk jenis bahan finishing berbahan dasar solvent. 

Kuas dengan bulu alami biasanya terbuat dari bulu babi dan dikenal sebagai bulu Cina. Bahannya lebih kaku dan memiliki diameter per bulu kuas yang lebih besar. Bahan ini cocok untuk cat solvent karena tidak akan membuat keras dan kering karena penyerapan yang berlebihan. 

Berbeda dengan solvent, cat water based membutuhkan bulu yang lebih halus. Kuas dengan bulu sintetis adalah kuas yang harus Anda beli. Bulu sintetis tidak akan menyerap air sebanyak bulu alami. 

Kuas tidak akan mudah kaku dan hasilnya akan lebih halus. Pelajaran dasar ini penting untuk diperhatikan agar Anda tidak salah dalam membeli jenis kuas. 

Aturan Dasar Menggunakan Kuas

Biasanya aturan yang penting untuk diperhatikan pada saat finishing adalah aturan yang tidak terlihat oleh Anda. dasar utamanya adalah selalu mengecat di area yang terang baik di siang hari atau malam hari. 

Baca Juga:  Pabrik cat kayu warna gloss BioVarnish

Aturan dasar ini juga bekerja ketika Anda menggunakan spray gun atau alat finishing lainnya. Anda bisa melihat hasil finishing dan Anda tidak bisa melihatnya jika tidak terdapat cahaya. Selama Anda bisa melihat masalah yang ditimbulkan dalam satu kali sapuan kuas mudah untuk memperbaikinya kemudian. 

Aplikasi wood stain dengan kuas
mengaplikasikan wood stain dengan kuas

Bekas sapuan kuas atau bahan bulu kuas yang tertinggal pada lapisan coating sangat mudah ditemukan saat berada di bawah cahaya. Terutama jika Anda bekerja dengan bulu kuas yang sangat halus. 

Anda bisa langsung menghilangkannya dengan mengambilnya langsung ketika lapisan coating masih basah. Kerusakan yang diakibatkan ketika Anda sedang mengambil bulu atau kotoran yang lain bisa diperbaiki dengan cepat. 

Apapun jenis bahan finishing yang Anda menggunakan, prosedurnya tetap sama, Perbedaannya adalah jika Anda menggunakan jenis bahan finishing yang cepat kering seperti cat water based. 

Objek apapun yang akan Anda finishing, selalu memulai dengan menguaskan cat pada bagian yang tidak terlalu penting terlebih dahulu. Dengan cara ini Anda bisa dilihat jika terjadi penumpukan lapisan coating yang membuat warna menjadi berbeda. 

Table top, kursi dan bagian belakang kursu harus dicat pada bagian akhir. Selalu berhati-hati ketika menyapukan kuas di bagian vertikal. Perhatikan permukaannya di bawah cahaya ketika Anda menguaskan dan pastikan hasilnya bisa flat.

Tidak ada tetesan cat yang mengalir jika muncul segera ratakan kembali ke arah sebaliknya. Jika Anda terlalu banyak mengaplikasikan cat maka masalah tersebut akan timbul. Pastikan Anda mengurangi jumlah cat yang meresap kedalam bulu kuas sebelum mengaplikasikannya. 

Tidak memberikan banyak perbedaan jika Anda menguasakan cat ke arah yang searah serat kayu atau sebaliknya. Hanya saja jika Anda memilih untuk mengecat ke arah berlawanan dengan pori maka cat tidak akan meresap dengan rata.

Baca Juga:  Melamin VS Pernis Untuk Pintu Utama Hunian Aman dan Raman Lingkungan

Pori kayu tidak akan langsung tertutup dengan sempurna sehingga Anda harus mengulangi proses penguasan berulang kali. Cara ini akan membuat Anda memberikan lapisan coating yang terlalu tebal dimana berakibat pada proses pengeringan yang lambat. 

Jadi lebih mudah dan hemat untuk bisa menguas cat ke arah sesuai dengan arah serat.  Anda juga harus menguaskan cat bolak balik setelah satu sapuan kuas yang panjang. Langkah ini juga memastikan bahwa lapisan coating telah lebih merata.

Cara cat mebel kayu apapun dengan kuas membutuhkan langkah yang sama. Bahkan jika Anda mengecat dengan jenis cat pernis atau cat solid. Khusus jika Anda menggunakan cat solid, bekas sapuan kuas akan lebih mudah terlihat. 

Cat solid yang kering dan masih muncul bekas sapuan kuas bisa Anda perhalus dengan pengamplasan ambang. Setelah kering dilakukan pengamplasan dengan rata sehingga bekas sapuan kuas benar-benar menghilang. 

Seringkali kesulitan juga muncul pada lapisan terakhir dan ingin mendapatkan tampilan kilap yang tinggi. Cat gloss bisa Anda dapatkan jika finishing benar-benar halus karena setelah kering cahaya akan memantul di atas permukaan yang rata.

Cara mengecat kayu agar mengkilap adalah dengan mengaplikasikannya dua kali. Anda bisa menunggu lapisan pertama kering kemudian mengamplas dan mengaplikasikan lapisan kedua dengan lebih halus. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X