Mengamplas dengan mesin

Teknik Pengamplasan untuk Finishing yang Halus

Persiapan sebelum finishing adalah langkah yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan. Apakah Anda akan menghasilkan finishing yang halus bahkan menghasilkan finishing distressing, pengamplasan adalah langkah utama. 

Jika Anda belum pernah mengamplas kayu penting untuk mempelajarinya. Bagi sebagian besar pengrajin melakukan pengamplasan bisa menjadi hal yang membosankan. Banyak waktu yang dibutuhkan untuk bisa mengamplas permukaan hingga halus. 

Kepekaan untuk merasakan bahwa kayu yang di amplas sudah halus juga penting. Mengasah kepekaan Anda artinya harus sering berlatih mengamplas. Pelajari dan buktikan sendiri bahwa mengamplas adalah kegiatan menyenangkan. 

Bagaimanakah Cara Mengamplas Kayu?

Seperti yang telah dikatakan bahwa mengamplas adalah pekerjaan yang membutuhkan banyak latihan. Mengamplas bisa menjadi pekerjaan yang keras, namun penting untuk menghasilkan kayu berkualitas. 

Belajar metode mengamplas memulai dari secara manual hingga menggunakan mesin. Sekali Anda menguasai cara mengamplas, maka proses persiapan sebelum mengecat tidak membutuhkan waktu yang lama. 

Berikut ini hal-hal yang dilakukan ketika mengamplas yang bisa Anda ikuti. 

  • Memilih kertas amplas yang sesuai
jenis amplas

Langkah awal yang bisa Anda kuasai adalah memilih kertas amplas. Memilih jenis dan ukuran kertas amplas akan menghasilkan permukaan kayu yang berbeda. Tentu saja Anda juga harus mempertimbangkan ukuran amplas yang tepat untuk digunakan. 

  • Random orbital sander

Hampir semua workshop pasti memiliki random orbital sander. Mesin ini mampu menghilangkan berbagai macam goresan bekas pemotongan kayu. Cukup dengan mengulangi pengamplasan dengan kertas amplas yang baru untuk memastikan semua bulu kayu terpotong rapi. 

  • Pengamplasan manual

Proses pengamplasan manual penting dilakukan untuk sentuhan terakhir. Langkah ini adalah terakhir sebelum Anda mulai mengecat. proses pengamplasan dilakukan dengan amplas grit yang halus dan meratakan tingkat kehalusan hingga pada bagian yang sudut. 

  • Membersihkan semua debu
Baca Juga:  Pintu dan Jendela Mulai Kusam Menjelang Lebaran? Perbaiki Sekarang Juga!

Setelah mengamplas Anda wajib menghilangkan debu dan kotoran yang berada di atas permukaan kayu. Tentu tidak layak finishing jika masih banyak debu dan juga kotoran yang menempel. Pada artikel ini Anda bisa lebih lanjut mengetahui tentang bagaimana cara membersihkan debu bekas amplas dengan lebih rapi. 

Cara pengamplasan ini bisa Anda ikuti untuk berbagai macam jenis kayu baik itu kayu solid atau kayu buatan. Hanya saja cara mengamplas triplek atau jenis kayu buatan lainnya sebagian besar tidak membutuhkan mesin untuk mengamplas. 

Hal ini disebabkan permukaan kayu buatan dilapisi dengan veneer tipis yang mudah terkelupas karena tekanan mesin yang terlalu berat.

Memilih Ukuran Amplas yang Tepat

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk finishing adalah memilih jenis amplas seperti yang telah dijelaskan di atas. Penting untuk mengetahui tipe amplas dan juga grit. Mengamplas dengan jenis amplas yang salah dapat merusak permukaan kayu secara permanen. 

Cara memilih amplas bisa Anda belajar lebih lengkap dengan langkah mudah berikut ini:

  • Memilih grit yang tepat

Kertas amplas dinilai berdasarkan jumlah partikel abrasif per inci persegi yang membentuk amplas. Semakin rendah angkanya maka akan semakin kasar gritnya. KErtas amplas umumnya dinilai kasar yaitu 40 hingga 60 grit. 

Ukuran sedang 80 hingga 120, ukuran baik adalah 150 hingga 180 dan sangat baik adalah 220 – 240. Ukuran yang extra fine adalah 280 –  320 dan super fine adalah 360 ke atas. Pengamplasan dengan grit yang semakin halus akan menghilangkan goresan yang ditinggalkan kertas sebelumnya dan akhirnya meninggalkan hasil yang halus. 

Ukuran amplas untuk plitur kayu atau antara lapisan coating biasanya adalah superfine yaitu 360 ke atas. Sisanya adalah untuk mempersiapkan kayu sebelum pengecatan. 

  • Grading Amplas
Baca Juga:  Cara Mengeluarkan Serat Kayu Pada Rak Kayu Pinus

Ada dua jenis utama amplas yaitu kelas komersial dan kelas industri. Perbedaannya adalah terletak pada beberapa area yaitu material yang digunakan sebagai grit dan material backing (kertas) dan lem yang digunakan untuk menahan grit pada kertas. 

grit amplas

Nilai industri menggunakan bahan berkualitas lebih tinggi untuk ketiga komponen. Selain itu ada dua jenis amplas yaitu open coat dan closed coat. Amplas open coat memiliki partikel grit yang lebih dekat dimana amplas ini memiliki celah yang lebih besar di antara partikel lainnya. 

Jenis amplas open coat biasanya lebih sering untuk mengamplas permukaan kayu yang lunak dan mengandung lebih banyak resin. 

  • Jenis-jenis abrasif pada amplas

Ada lima jenis amplas utama yang tersedia, tetapi semua kondusif untuk pengerjaan kayu. Glass Paper adalah jenis amplas yang ringan dan memiliki warna pucat namun jarang digunakan untuk pengamplasan kayu. 

Garnet paper adalah kertas amplas berwarna coklat kemerahan yang biasanya digunakan untuk pengerjaan kayu. dan tidak dapat mengamplas permukaan dengan cepat dan menghasilkan permukaan halus. 

Aluminum oxide adalah jenis amplas yang banyak digunakan untuk segala proyek kayu. Mampu menghasilkan permukaan yang halus dan cocok digunakan dalam persiapan hingga antar lapisan coating. 

Silicon Carbide adalah jenis amplas yang memiliki warna abu abu kehitaman. Tipe ini biasanya digunakan untuk pengamplasan basa. Terakhir adalah amplas ceramic yang memiliki abrasive kuat dan biasanya digunakan untuk proses pengamplasan cepat. 

Membersihkan Kotoran Bekas Amplas Secara Sempurna

Pelajaran terakhir adalah bagaimana cara Anda untuk meratakan permukaan kayu dari debu dan kotoran bekas pengamplasan. Anda hanya bisa mengaplikasikan cat jika permukaan kayu semua kotoran telah dibersihkan sebelumnya. 

Baca Juga:  Tips Memilih Plitur Kayu Jati Terbaik

Bahkan kertas amplas yang sangat halus akan menghasilkan debu yang seringkali tidak terlihat oleh mata telanjang. Untuk hasil terbaik, Anda membutuhkan bantuan berbagai alat dan juga air untuk mengangkat semua debu tersebut. 

Berikut ini beberapa saran yang bisa Anda ikuti untuk mempersiapkan permukaan kayu sebelum pengecatan dimulai. 

  • Memulai dengan menggunakan vakum

Mulailah dengan membersihkan debu dari permukaan menggunakan debu. Isi kompresor dengan air kemudian keluarkan angin untuk membersihkan debu. Kemudian gunakan vakum untuk membersihkan permukaan secara merata bahkan pada bagian dalam siku.

  •  Lap menggunakan kain bersih dan kering
membersihkan kayu dengan kain

Selanjutnya adalah mengelap permukaan yang telah divakum dengan kain kering dan bersih. Kain berwarna putih lebih memudahkan Anda untuk dilihat seberapa banyak debu yang dibersihkan. Khususnya pada permukaan kayu yang datar. Anda kini berada di setengah perjalanan untuk pengecatan. 

  • Menggunakan kain yang dibasahi

Kain yang telah dibasahi biasanya akan mengangkat debu yang tidak bisa dibersihkan dengan kain kering. Pastikan kain yang telah dibasahi tersebut haru diperas hingga tidak mengeluarkan cairan berlebihan di atas permukaan kayu. Bersihkan satu arah agar debu terangkat secara keseluruhan. 

  • Bersihkan dengan alkohol ringan

Kebanyakan woodworker akan menggunakan kain yang telah dibasahi dengan alkohol selain air. Langkah ini  bisa Anda coba untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Alkohol sangat mudah menguap jadi Anda tidak perlu khawatir akan kelembaban kayu yang meningkat. 

Basahi kain dengan sedikit alkohol kemudian usapkan ke seluruh permukaan kayu satu arah. Tunggu permukaan kayu mengering baru bisa Anda lanjutkan dengan proses pengecatan. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X