pembuatan desinfektan WA 250

Rumah Bebas Kuman! Yuk Rame-Rame Buat Desinfektan Ini

Wabah virus corona yang sedang dihadapi oleh dunia ini masih belum ada pengobatannya. Satu-satunya cara yang bisa ditempuh adalah dengan menjaga lingkungan dan diri sendiri tetap bersih. Oleh karena itu masyarakat beramai-ramai membeli desinfektan dan antiseptik untuk membersihkan lingkungan. 

Penjualan atau permintaan yang meningkat ini akhirnya ketersediaan produk menjadi terbatas. Harga yang tadinya murah menjadi sangat mahal. Lalu bagaimana kebersihan tetap terjaga tanpa desinfektan dan antiseptik? Tenang saja, karena Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. 

Tidak sulit untuk membuat bahan pembersih ruangan tersebut, karena bahan-bahan yang digunakan ada disekitar. Jika tidak ada, Anda juga bisa membelinya dengan harga murah. Hanya saja, pada saat membuatnya tetap perhatikan keamanan diri seperti menggunakan sarung tangan dan juga masker. 

Apakah yang sebaiknya digunakan? Desinfektan atau antiseptik? Untuk membuat bahan yang tepat untuk membersihkan rumah sebaiknya kenali pengertian dan fungsi keduanya. Kemudian ikuti cara pembuatannya dalam artikel ini. 

Perbedaan Desinfektan dan Antiseptik

Jangan sampai salah dalam menggunakan desinfektan dan juga antiseptik. Keduanya memang bisa membunuh mikroorganisme baik itu bakteri, kuman hingga virus. Namun penggunaannya yang berbeda. Desinfektan hanya digunakan pada benda mati sedangkan antiseptik digunakan untuk makhluk hidup. 

Perbedaan yang mendasar inilah yang harus diperhatikan. Walaupun keduanya memiliki kandungan bahan untuk membunuh mikroorganisme namun kadarnya berbeda. Misalnya saja kandungan fenol. Pada antiseptik kandungan fenol adalah 0.2% sedangkan pada desinfektan kandungannya adalah 1%. 

Jumlah kandungan ini disesuaikan dengan dimana penggunaannya. Antiseptik akan digunakan pada kulit kita jadi tentu saja bahan kimia yang digunakan jumlahnya harus sedikit. Sehingga kulit tidak mengalami iritasi. 

Sedangkan desinfektan digunakan pada benda mati seperti meja, handle pintu, keranjang belanja di supermarket, atau tempat tidur dan benda lainnya. Konsentrasi bahan kimia yang lebih tinggi tak akan merusak permukaan tersebut. Apalagi karena sering digunakan maka bahan pembersih yang digunakan juga harus lebih kuat. 

Sudah paham kan apa perbedaan dari desinfektan dan antiseptik. Nah bagi Anda yang sedang ingin bersih-bersih rumah atau di area lingkungan lainnya sebaiknya pilih membuat desinfektan. Karena cara penggunaannya adalah dengan disemprotkan dan mampu bertahan di udara. 

Bahan Murah dan Efektif dalam Pembuatan Desinfektan

Kira-kira apa yang bahan utama yang murah digunakan dalam pembuatan desinfektan? Rata-rata masyarakat saat ini menggunakan alkohol atau bahan pemutih pakaian. Memang benar bahwa alkohol seperti etanol efektif dalam membersihkan kuman. Namun sifatnya yang lebih mudah menguap kurang cocok digunakan untuk pembersihan jangka waktu yang lama. 

Disisi lain bahan klorin yang terdapat pada pemutih pakaian dengan jumlah 0.2% hingga 0.4% mampu bekerja sebagai desinfektan. Namun karena sudah banyak orang yang mengetahuinya mencari bahan pemutih pakaian cukup sulit sama halnya dengan alkohol. Jika ada, harganya pun sangat mahal. Lalu apa solusinya? 

Siapa yang menyangka bahwa bahan pemutih kayu juga bisa dibuat sebagai desinfektan, salah satunya adalah WA 250. Hal ini disebabkan oleh kandungan sodium hypochlorite di dalamnya sebesar 25%. Sebuah cairan desinfektan yang mampu digunakan untuk ruangan hanya membutuhkan sekitar 0.2% sodium hypochlorite.

Sebagai solusi menurunkan kadar sodium hypochlorite dalam WA 250, Anda bisa melarutkannya dengan air sehingga menjadi desinfektan yang murah meriah. Bahkan jika dibandingkan dengan alkohol kemampuan WA 250 sebagai desinfektan bisa bertahan di udara dalam 2 jam. Penasaran cara membuatnya?

Langkah-Langkah Membuat Cairan Desinfektan dari WA 250

Saatnya membuat cairan desinfektan, pastikan Anda tidak mengajak anak-anak untuk membuatnya karena bahan ini cukup keras. Disamping itu selalu ingat untuk mengenakan masker, sarung tangan hingga kaca mata supaya cairan tidak mengenai tubuh. Kemudian siapkan wadah yang bersih untuk melarutkan bahan. 

Ada dua cara yang bisa Anda pilih, pertama membuat langsung dalam jumlah banyak. Kedua membuat dalam jumlah sedikit. Berikut ini langkah-langkah membuatnya:

Pembuatan Desinfektan Massal

  1. Siapkan wadah yang sangat besar dan tampung 50 liter air di dalamnya. 
  2. Tuang 1 liter WA 250 ke dalam wadah tersebut dan aduk hingga merata. 
  3. Tuang ke dalam wadah untuk disimpan atau langsung digunakan. 

Pembuatan Desinfektan Rumahan

  1. Siapkan wadah yang mampu menampung 5 liter air. Kemudian tuang 4.9 liter air ke dalamnya. 
  2. Tuang 100 ml air ke dalam wadah tersebut dan aduk. 
  3. Anda bisa menempatkannya ke wadah semprot untuk langsung digunakan di dalam rumah. 

Cairan desinfektan yang sudah dibuat bisa langsung digunakan atau disimpan. Pastikan saja tempat penyimpanannya kering dan di wadah yang tertutup. Setiap hendak menggunakan sebaiknya aduk terlebih dahulu. Tapi hindari mengocoknya supaya tidak timbul buih. 

Macam-Macam Cara Menggunakan Desinfektan Buatan Sendiri

Anda sudah mengikuti cara membuat disinfektan murah meriah ini dengan benar, maka saatnya menggunakan. Desinfektan pembuatannya sebenarnya relatif mudah, hanya saja pastikan tidak langsung mengenai kulit terus-terusan. Apalagi jika Anda memiliki kulit yang sensitif. 

Area rumah yang membutuhkan desinfektan adalah kamar tidur, dapur, teras, ruang keluarga, teras. Bisa dikatakan hampir seluruh ruangan, tapi lakukanlah pada ruangan yang sering digunakan secara berkala. Jangan lupa semprotkan pada area kantor, gang depan rumah atau pintu masuk ke dalam perumahan Anda. 

Jika ingin menyemprotkan pada area rumah atau lingkungan sekitar Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

Desinfektan untuk ruangan

  1. Bersihkan ruangan dari debu. Anda bisa menyapunya, selain itu simpan makanan dan pindahkan hewan peliharaan supaya tidak terkena langsung. 
  2. Semprotkan desinfektan dari WA 250 ke seluruh ruangan, sebaiknya ke arah atas karena bulir air nantinya akan mengambang dan turun ke lantai. 
  3. Tutup ruangan beberapa menit supaya pertikel desinfektan bekerja dengan baik.

Desinfektan untuk furniture

  1. Bersihkan furnitur dari debu dengan mengelapnya menggunakan lap microfiber yang sudah dibasahi. 
  2. Gosok sedikit kotoran lengket yang masih menempel hingga bersih. Lap dengan kain yang kering. 
  3. Semprotkan desinfektan pada permukaan furniture tersebut dan diamkan hingga kering. 

Desinfektan untuk lantai

  1. Sapu lantai rumah terlebih dahulu hingga debu dan kotoran hilang. 
  2. Campurkan air, detergen pembersih lantai dan juga desinfektan secukupnya. Aduk dengan kain pel. 
  3. Pel lantai hingga bersih secara merata di seluruh ruangan. Jangan injak lantai sebelum kering. 
  4. Ulangi langkah ini dua kali sehari di pagi hari dan sore hari. 

Desinfektan untuk ruang terbuka

  1. Dibutuhkan pipa air yang dilubang dan dibentuk seperti gerbang diletakkan pada gang rumah. Pipa tersebut dihubungkan dengan tong besar berisi desinfektan dalam jumlah banyak. 
  2. Pipa dihubungan juga dengan alat deteksi benda supaya desinfektan bisa langsung keluar melalui pipa. 
  3. Benda apapun yang melintas di area tersebut nantinya bisa bersih dengan cairan desinfektan yang terus menerus keluar. 

Proses penyemprotan desinfektan corona ini sebaiknya bukan hanya dilakukan satu kali saja. Mengingat desinfektan hanya bertahan dua jam di udara akan lebih baik jika Anda menyemprotkannya setiap beberapa jam atau setiap hari. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X