mdf

Pilih HPL atau Pernis? Ini Perbedaannya untuk Finishing MDF

Memilih finishing untuk MDF bisa membutuhkan waktu yang lama. Mengapa? MDF adalah kayu buatan yang sekali dilapisi dengan bahan finishing tidak dapat diulangi lagi. Jadi jika Anda salah dalam memilih bahan finishing maka harus mengulang dari awal dengan material baru. 

Jika Anda tidak ingin salah dalam melakukan finishing, maka perhatikan jenis bahan finishing yang ada di pasaran. Baik keuntungan dan kekurangan masing-masing bahan finishing bisa diketahui melalui berbagai sumber. 

Ada dua jenis bahan finishing yang bersaing ketat dan banyak dikenal. Pertama adalah High Pressure Laminated (HPL) dan yang kedua adalah pernis. Keduanya sangat berbeda dan banyak digunakan. Namun manakah yang cocok dengan proyek MDF Anda itulah yang harus dipilih. 

Pelajari seperti apakah kelebihan dan kekurangan baik HPL dan pernis yang akan dijelaskan dalam artikel ini. 

Keunggulan dan Kekurangan Menggunakan HPL

hpl-dengan-motif-kayu

Berbagai merk HPL beredar di pasaran, dan kurang lebih masing-masing memiliki kualitas yang hampir sama. Alasan banyak orang menggunakan HPL bervarasi mulai dari kekuatan, ketahanan dan tampilan yang menarik. Inilah fungsi yang memang harus dipenuhi sebuah bahan finishing. 

Teknologi HPL sendiri cenderung baru, bentuknya adalah lapisan atau lembaran berupa plastik yang memiliki berbagai macam warna dan motif. Anda bisa memilih warna natural atau solid sesuai kebutuhan. Cara penggunaannya adalah direkatkan pada permukaan MDF dengan lem khusus HPL. Sehingga MDF terlapisi secara sempurna. 

Macam-Macam Kelebihan HPL

Hal yang paling dicari dari HPL adalah penggunaanya yang praktis yaitu bersih dan cepat. Sehingga tidak sedikit juga pengrajin yang menggunakan HPL sebagai finishing MDF. Sebelum mengenal apa saja kekurangan HPL, berikut ini macam-macam kelebihan yang akan Anda dapatkan. 

  • Banyak pilihan motif dan juga warna, Anda bisa memilih sesuai dengan gaya yang dibutuhkan. 
  • Proses aplikasi yang sangat cepat dan dalam beberapa jam furniture bisa langsung digunakan. 
  • HPL juga tahan terhadap kelembaban karena terbuat dari bahan plastik. Selain tahan lembab, HPL tahan api dan goresan.
  • Siapa saja bisa menggunakannya, bahkan jika Anda ingin mengaplikasikannya sendiri. 
  • Sangat cocok jika Anda ingin menerapkan gaya modern dan minimalis karena permukaan furniture yang datar. 
  • Setelah digunakan, furniture jadi lebih mudah dibersihkan karena permukaan yang lebih licin. 
Baca Juga:  Bagaimana Mengecat Kursi Kayu Palet untuk Hasil Black Wash?

Kekurangan Menggunakan HPL

Semua bahan finishing selalu memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Selain kelebihan Anda juga harus memperhatikan apa saja kekurangan. Mengenal kekurangan nantinya Anda bisa mencegah kerusakan di awal karena tahu resiko penggunaan bahan finishing tersebut. 

Berikut ini beberapa macam kekurangan penggunaan HPL sebagai finishing MDF. 

  • Pemasangan yang cukup rumit untuk bagian melengkung dan juga kecil. Hal ini dipengaruhi HPL memiliki tekstur yang sangat keras dan tidak fleksibel. 
  • Memotong HPL harus benar-benar sempurna karena akan terlihat sekali ketidakrapian memotong setelah ditempel di permukaan kayu.
  • Apabila jenis lem tidak bagus, HPL akan mudah lepas dan harus diaplikasikan berulang kali. 
  • Harga HPL lebih mahal dibandingkan bahan finishing lain karena menggunakan teknologi terbaru. 
  • Bagian pinggir atau edging harus di finishing lagi karena biasanya tidak dapat ditutup dengan HPL. 
  • Tampilan warna tetap kurang natural. Kesan plastik akan sangat terlihat sehingga tidak dapat memperlihatkan keaslian MDF. 

Kesimpulan dari Penggunaan HPL

Jadi apakah Anda akan menggunakan HPL? Jika Anda hendak menggunakannya pastikan budget untuk membeli harus lebih karena penggunaan pertama kali akan lebih boros. Anda yang tidak terbiasa memotong harus berlatih terlebih dahulu. Hindari menggunakan HPL jika furniture memiliki bentuk lengkung lebih banyak. 

Anda bisa menggunakannya untuk furniture dapur seperti kitchen set karena akan menjaga HPL dari kelembaban. Bagi Anda yang tidak terlalu menginginkan tampilan kayu asli bisa menggunakan HPL, jika tidak sebaiknya pilih pernis.

Proses aplikasi yang cepat juga harus didukung dengan bahan perekat atau lem yang tepat. Sebaiknya tanyakan kepada produsen HPL jenis lem apa yang sebaiknya digunakan. Beda merk biasanya memiliki lem yang juga berbeda. 

Baca Juga:  Grosir Cat Dasar Kayu Tahan Air Biocolours Di Indonesia

Keunggulan dan Kekurangan Menggunakan Pernis

Pernis adalah bahan finishing yang sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu. Pernis akan membentuk lapisan coating dan berbentuk larutan ketika hendak digunakan. Sangat berbeda dengan HPL yang sudah berbentuk lembaran dan tinggal di lem saja. 

pernis-kayu-water-based

Proses aplikasi pernis bisa beragam menggunakan alat tertentu. Pernis akan memberikan hasil warna transparan dan beberapa jenis diantaranya memiliki warna kayu asli disebut sebagai plitur kayu. Sama seperti HPL, pernis sendiri adalah bahan finishing yang memiliki kelebihan dan juga kekurangan. 

Mengenal Kelebihan Pernis Kayu

Banyak alasan mengapa pernis kayu masih banyak digunakan hingga saat ini. Penggunaan pernis kayu paling banyak adalah untuk kayu solid. Alasannya adalah untuk memperlihatkan warna dan serat kayu asli. Namun bagaimana jika vernis diaplikasikan pada material MDF?

Berikut ini beberapa kelebihan aplikasi pernis pada MDF. 

  • Ketajaman warna yang diinginkan bisa diatur. Anda bisa mengaplikasikan lebih banyak lapisan coating untuk mendapatkan warna yang lebih tajam.
  • Melindungi MDF dari panas, goresan dan air jadi bisa digunakan untuk berbagai macam furniture. 
  • Menghasilkan tampilan warna yang sangat natural. Fungsi pernis adalah untuk meningkatkan keindahan berbagai jenis MDF.
  • Berbagai alat bisa digunakan untuk proses aplikasinya. Anda bisa menggunakan kuas, spray gun, dan juga roller. 
  • Harga pernis sangat bervariasi sehingga Anda bisa menekan budget finishing untuk memproduksi furniture MDF dalam jumlah banyak. 

Kekurangan Menggunakan Pernis untuk MDF

Walaupun sudah digunakan sejak lama, pernis juga memiliki beberapa kekurangan untuk finishing MDF. Berikut ini kekurangan pernis ketika diaplikasikan. 

  • Proses aplikasi cukup lama, Anda harus menunggu semalaman untuk akhirnya lapisan coating dari pernis mengering. 
  • Pernis bisa membuat lapisan veneer hingga MDF melengkung jika mengaplikasikan dengan cara yang salah. 
  • Ada banyak sekali jenis pernis sehingga untuk mendapatkan hasil terbaik perlu mencobanya satu per satu. Terlebih jika Anda ingin mendapatkan warna yang sempurna. 
  • Perlu beberapa lapisan coating dan bahan finishing lain sebagai pendukung seperti dempul atau wood filler. 
Baca Juga:  Melamin VS Pernis Untuk Pintu Utama Hunian Aman dan Raman Lingkungan

Kesimpulan Jika Menggunakan Pernis

Apabila Anda ingin mencari aplikasi yang praktis sebaiknya jangan pilih pernis. Namun bagi Anda yang ingin mendapatkan hasil warna natural dan tidak takut kotor, pilih pernis. Hasilnya akan lebih memuaskan karena Anda bisa memilih tingkat tampilan warna naturalnya. 

Bagi Anda yang suka dengan aplikasi spray gun bisa menggunakan pernis untuk hasil aplikasi yang merata. Pernis tidak membutuhkan keahlian memotong, Anda hanya perlu meratakan wood filler untuk mendapatkan hasil finishing yang lebih halus. 

Soal warna natural, pernis lebih baik dibandingkan HPL. Anda bisa mendapatkan warna yang transparan dan dapat menduplikasi berbagai macam jenis kayu. Anda juga bisa lebih berkreasi menggunakan pernis misalnya untuk membuat serat kayu buatan. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X