Aplikasi Ideal Sanding Sealer Water Based BioColours

Lacquer Adalah: Bahan, Fungsi, dan Cara Memilihnya untuk Kayu

Saat mencari bahan finishing kayu, kamu mungkin menemukan kata lacquer di kemasan cat, katalog furniture, atau rekomendasi tukang. Banyak orang langsung menganggapnya sebagai cat bening yang mengilap.

Secara umum, lacquer adalah istilah untuk bahan pelapis. Dalam pengertian modern, lacquer mencakup coating sintetis bening atau berwarna yang membentuk lapisan film setelah pelarutnya menguap. Istilah yang sama juga digunakan untuk pelapis alami tradisional, terutama lacquer dari Asia. Jadi, lacquer lebih tepat dipahami sebagai kelompok bahan pelapis.

promo produk finishing natural oil dan sanding sealer

Kenapa Disebut Lacquer?

Nama lacquer punya jejak sejarah yang cukup panjang. Kata ini masuk ke bahasa Inggris pada abad ke-16 dan berkaitan dengan kata lacre, lacca, serta lac, yaitu istilah lama untuk bahan resin. Etymonline mencatat bahwa lac secara historis merujuk pada bahan resin kemerahan yang dikaitkan dengan endapan dari serangga lac di Asia Selatan.

Namun, asal nama tersebut tidak menentukan bahan lacquer yang dijual saat ini. Artinya, lacquer modern tidak otomatis dibuat dari resin serangga lac. Seiring perkembangan industri coating, istilah lacquer digunakan lebih luas untuk berbagai lapisan finishing alami maupun sintetis.

Karena itu, saat menemukan produk dengan nama lacquer, jangan langsung menyimpulkan komposisinya hanya dari namanya. Perhatikan bahan dasar, fungsi produk, media aplikasi, serta petunjuk pemakaiannya.

Lacquer Terbuat dari Apa?

Lacquer tidak selalu terbuat dari bahan yang sama. Komposisinya bergantung pada jenis lacquer dan tujuan penggunaannya.

promo produk biovarnish sanding sealer

Lacquer Tradisional

Pada lacquer tradisional Jepang, bahan utamanya berasal dari getah pohon urushi. Getah tersebut dikumpulkan dari pohon, disaring, lalu dimurnikan untuk digunakan sebagai lapisan dasar, lapisan tengah, hingga lapisan akhir. Setelah mengeras, urushi dikenal memiliki ketahanan terhadap air, panas, asam, dan alkali.

Jenis lacquer ini banyak digunakan pada benda kerajinan, wadah, karya dekoratif, serta pelapisan kayu dan material lain. Karakternya berbeda dengan produk cat kayu modern yang biasa dipakai untuk furniture rumah atau proyek renovasi.

Lacquer Modern

Lacquer modern umumnya memakai resin atau polimer sintetis. Merriam-Webster mendefinisikannya sebagai coating organik sintetis bening atau berwarna yang biasanya mengering membentuk film melalui penguapan pelarut. Salah satu contoh bahan pembentuk filmnya adalah turunan selulosa, tetapi lacquer tidak terbatas pada satu jenis resin saja.

Karena formulanya bisa berbeda, produk lacquer juga dapat memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang digunakan sebagai lapisan bening, ada yang berwarna, ada yang dirancang sebagai lapisan akhir, dan ada pula yang menjadi bagian dari sistem coating tertentu.

Jadi, jangan hanya melihat nama produknya. Cek apakah produk tersebut digunakan sebagai sealer, lapisan warna, clear coat, atau top coat. Informasi ini biasanya bisa dilihat pada label dan technical data sheet produk.

Fungsi Lacquer pada Finishing Kayu

Dalam proses finishing kayu, lacquer dipakai untuk membentuk tampilan akhir pada permukaan. Coating kayu pada dasarnya ditujukan untuk menghasilkan tampilan yang diinginkan, seperti hasil bening atau menutup, warna tertentu, tingkat kilap, efek khusus, dan tingkat kerataan permukaan. Lapisan coating juga berperan memberi perlindungan terhadap berbagai faktor yang merusak kayu.

Pada furniture, fungsi lacquer dapat meliputi beberapa hal berikut.

  • Membuat permukaan kayu terlihat lebih rapi setelah finishing.
  • Membantu mempertahankan tampilan warna dan serat kayu pada produk bening.
  • Memberi warna pada furniture jika produknya memakai pigmen.
  • Menghasilkan tampilan gloss sesuai spesifikasi produk.
  • Menjadi lapisan akhir dalam sistem coating kayu yang sesuai.

Namun, lacquer tidak otomatis memiliki semua kemampuan perlindungan. Ketahanan terhadap goresan, air, bahan kimia, panas, atau sinar matahari bergantung pada formula, ketebalan lapisan, kondisi media, cara aplikasi, serta lingkungan penggunaan. Performa jangka panjang coating kayu juga dipengaruhi oleh jenis material, pengolahan permukaan sebelumnya, formula coating, dan paparan lingkungan setelah digunakan.

Lacquer Bisa Digunakan untuk Apa?

Lacquer dapat digunakan pada berbagai benda yang membutuhkan lapisan akhir, terutama kayu.

Produk coating untuk kayu digunakan pada berbagai benda seperti furniture, lantai, jendela, pintu, serta material kayu untuk area indoor maupun outdoor. Namun, satu produk tidak selalu cocok untuk semua media atau lokasi penggunaan.

Kapan Lacquer Cocok Digunakan?

Produk ini cocok dipilih ketika kamu membutuhkan:

  • lapisan bening yang tetap menampilkan warna atau serat kayu;
  • lapisan berwarna untuk membangun tampilan furniture;
  • hasil akhir dengan tingkat kilap tertentu;

Sebelum aplikasi, pastikan permukaan bersih, kering, dan sudah disiapkan sesuai petunjuk produk. Persiapan media sangat memengaruhi hasil akhir. Dalam pembahasan wood coating, sifat media, kondisi permukaan, formula bahan, dan parameter aplikasi sama-sama memengaruhi kualitas serta daya tahan lapisan.

Kekurangan Lacquer Berbasis Pelarut

Lacquer berbasis pelarut punya beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum dipakai, terutama untuk pengerjaan rumahan.

  • Baunya lebih menyengat
    Lacquer jenis ini mengandung pelarut yang mudah menguap. Saat kaleng dibuka atau bahan mulai diaplikasikan, baunya bisa langsung terasa cukup kuat. Kalau dipakai di ruang tertutup, udara bisa terasa pengap dan kurang nyaman. Karena itu, lebih aman mengerjakannya di area terbuka atau ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
  • Kurang cocok dipakai sembarangan di dalam rumah
    Saat aplikasi memakai spray gun, uap dan kabut cat bisa menyebar ke sekitar area kerja. Ventilasi yang baik diperlukan untuk membantu mengeluarkan uap bahan dari area pengecatan. Pada pekerjaan spray dengan bahan mudah terbakar, area kerja juga perlu dijauhkan dari api, rokok, kompor, atau sumber panas.
  • Biaya finishing bisa lebih besar
    Pengeluaran tidak hanya berhenti di produk lacquer. Kamu juga perlu menyiapkan thinner yang sesuai, amplas, masker, sarung tangan, wadah campuran, hingga alat aplikasi. Jika memakai spray gun, ada tambahan kebutuhan seperti kompresor dan area kerja yang lebih aman. Jadi, harga lacquer yang terlihat murah belum tentu membuat total biaya finishing ikut murah.
  • Butuh thinner tambahan
    Pada lacquer berbasis pelarut, thinner sering diperlukan untuk menyesuaikan kekentalan bahan sebelum diaplikasikan. Kebutuhan thinner bisa bertambah jika proyeknya besar atau aplikasi dilakukan beberapa lapis. Ketika harga thinner naik atau pemakaiannya lebih banyak dari perkiraan, biaya finishing pun ikut bertambah.
  • Perlu lebih hati-hati saat disimpan
    Bahan berbasis pelarut perlu disimpan jauh dari panas dan sumber api. Tutup kemasan juga harus rapat agar pelarut tidak cepat menguap dan bahan tidak mudah berubah kekentalannya.

Karena itu, lacquer berbasis pelarut lebih cocok untuk pengguna yang punya area kerja cukup aman, sirkulasi udara baik, dan siap menghitung kebutuhan bahan pendukung sejak awal.

Pilih Lacquer Berdasarkan Kebutuhan Furniture

Sebelum membeli, jangan hanya terpaku pada kata lacquer. Periksa lima hal berikut:

  • material yang akan dilapisi;
  • fungsi produk;
  • hasil akhir yang diinginkan;
  • lokasi penggunaan;
  • sistem aplikasi yang disarankan.

Untuk furniture kayu indoor, pilih produk yang sesuai dengan media dan tampilan yang ingin dibuat. Untuk area yang sering terkena panas matahari atau hujan, gunakan produk yang secara jelas direkomendasikan untuk eksterior.

Dengan begitu, kamu tidak hanya membeli bahan berdasarkan nama. Kamu memilih lapisan finishing yang benar-benar sesuai dengan furniture dan kondisi pemakaiannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.