Kalau sedang mencari cat anti lembap untuk kayu, biasanya yang dibutuhkan adalah cat yang bisa menahan air agar tidak cepat meresap. Terutama untuk pintu, kusen, meja, kabinet dapur, atau furniture yang diletakkan di area lembap.
Namun, jangan sampai salah pilih. Tidak semua cat kayu punya kemampuan yang sama dalam menghadapi air dan udara lembap.
Fungsi Cat Anti Lembap pada Kayu
Cat anti lembap tidak hanya menjaga kayu saat terkena cipratan air. Berikut beberapa fungsi yang bisa didapatkan:
1. Menahan Air agar Tidak Cepat Meresap
Fungsi cat ini adalah untuk menahan air agar tidak langsung masuk ke pori kayu. Ketika lapisan cat sudah kering sempurna, tetesan air biasanya akan bertahan di atas dan tidak langsung terserap.
Sifat ini disebut water repellent. Kayu jadi tidak cepat basah ketika terkena cipratan air atau udara lembap.
2. Menjaga Kayu di Area Lembap
Cat tahan lembap cocok digunakan untuk meja makan, pintu, kusen, kabinet dapur, dan furniture yang diletakkan di tempat dengan risiko paparan air.
3. Menjaga Hasil Finishing
Cat tahan lembap juga membuat hasil finishing kayu lebih awet. Warna tidak cepat kusam, bekas air lebih mudah dibersihkan, dan cat tidak gampang mengelupas karena kayu terlalu sering menyerap kelembapan.
4. Mengurangi Risiko Cat Mengelupas
Kayu yang sering menyerap air bisa mengembang dan menyusut. Perubahan tersebut dapat membuat cat cepat retak atau mengelupas. Cat anti lembap membantu memperlambat air masuk sehingga lapisan finishing lebih awet.
5. Mecegah Risiko Kayu Berjamur
Kondisi kayu yang tidak mudah basah juga dapat mengurangi risiko jamur. Meski begitu, cat tetap tidak bisa menggantikan obat antijamur apabila kayu memang sering mengalami masalah jamur.
Perlu diingat, cat kayu tahan air bukan berarti kayu boleh direndam atau terguyur air terus-menerus. Lapisan cat hanya membantu menahan dan memperlambat masuknya air.
Baca juga : 4 Cara Mencegah Jamur Pada Furniture dengan Cat yang Tepat
Jenis Cat Kayu yang Cocok untuk Area Lembap
Jenis cat yang paling cocok untuk mencegah kelembapan dan melindungi dari paparan air adalah clear coat kayu. Produk tersebut dipakai pada tahap paling akhir setelah pewarnaan selesai. Sebagian orang mengenalnya dengan istilah pernis atau to coat.
Untuk finishing transparan, urutannya bisa memakai plitur kayu atau wood stain terlebih dahulu, kemudian ditutup clear coat. Warna dan serat kayu masih terlihat, tetapi hasil akhirnya lebih tahan terhadap air dan kelembapan.
Clear coat juga bagus digunakan di atas cat solid. Jadi, setelah kayu dicat dengan warna putih, hitam, biru, atau warna lainnya, tambahkan clear coat sebagai lapisan akhir.
Selain membantu menahan air, clear coat juga menjaga warna supaya tidak cepat kusam dan mengurangi risiko goresan ringan.
Namun, cara paling efektif untuk mencegah jamur tidak cukup hanya dengan memakai cat kayu saja. Campurkan cat kayu dengan bahan pengawet anti jamur. Contoh produk yang bisa dipakai adalah Biocide SFP (Surface Film Preservative).
Bahan pengawet ini cukup dicampur pada bahan finishing seperti clear coat, cat, atau pernis. Kemudian aplikasikan secara merata dengan kuas atau spray gun.









