DIY : Mengenal Apa Itu Finishing bagi Para Pemula

DIY : Mengenal Apa Itu Finishing bagi Para Pemula

Penting untuk para profesional dengan mudah menjelaskan langkah-langkah finishing. Mengajarkan seseorang yang belum pernah menerapkan cat atau menyelesaikan suatu furniture yang belum dicat.

Perlu penjelasan penting agar para pemula merasa mudah ketika mereka pertama kali melakukan finishing sendiri. Bukan hal yang mudah namun ini adalah upaya yang perlu disebarluaskan untuk mencapai hasil finishing terbaik.

Ada tiga langkah penting dalam finishing yaitu pengamplasan kayu, memutuskan jenis warna yang digunakan serta mengaplikasikannya, terakhir memutuskan hasil akhirnya dan juga menerapkannya.

Berikut ini penjelasan dari masing-masing langkah yang secara umum dilakukan pada saat finishing.

  • Pengamplasan kayu

Ada banyak kelemahan yang dimiliki oleh kayu seperti bekas gergaji mesin, goresan dan juga penyok ketika kayu berada dalam masa pengiriman. Kerusakan tersebut harus di amplas sebelum Anda menerapkan cat atau bahan finishing lainnya, jika tidak cacat tersebut akan sangat terlihat.

Proses pengamplasannya harus selalu mengarah sesuai serat kayu dan mulai dengan amplas kasar yang cukup untuk menghilangkan masalah secara efisien. Jika tidak akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar lagi.

Pada beberapa kasus, biasanya menggunakan amplas dengan grit 80 atau grit 100. Kemudian amplas goresan yang kasar, setelah berubah menjadi halus kertas amplas harus diganti.

DIY : Mengenal Apa Itu Finishing bagi Para Pemula
Mengamplas kayu yang rata dengan bantuan sand block

Amplas yang selanjutnya digunakan adalah amplas 150 grit atau 180 grit. Jika Anda ingin mengetahui perubahan grit amplas yang digunakan dilakukan dengan rabaan. Ketika amplas lama sudah tidak bisa menghaluskan maka sudah saatnya Anda menggantinya.

Selain itu Anda juga harus dilihat kayu dari sudut yang rendah dibantu pencahayaan terang. Membasahi permukaan kayu dengan air juga bisa menjadi bantuan untuk menemukan bagian cacat yang masih tersisa.

Ingatlah bahwa jika Anda tidak mengamplas kayu dengan cukup baik maka cacat masih akan muncul setelah Anda menerapkan pernis atau cat. Jika cacat muncul Anda bisa menghilangkan lapisan cat kemudian mengulang prosesnya dari awal kembali.

  • Pewarnaan kayu
Baca Juga:  Warna Cat Kayu Yang Bagus Untuk Furniture Mid Century

Anda akan melihat seperti apakah tampilan kayu nantinya setelah membasahi kayu dengan cat. Beberapa cat membutuhkan pengencer untuk memberikan warna sesuai yang diinginkan. Semakin banyak maka warna yang dikeluarkan akan semakin lembut/

Sebaiknya Jika Anda mengecat dengan pelarut yang sedikit membuat warna akan semakin gelap/ Perbedaan jumlah pelarut juga menentukan tingkat kesulitan proses aplikasinya. Jika menggunakan kuas atau spray gun Anda akan merasakan kesulitan yang ditimbulkan.

Cat yang terlalu cair akan mudah keluar dari nozzle spray gun dan memiliki sapuan kuas yang ringan. Terlalu ringan membuat cat mudah menetes yang membuat Anda harus mengamplas bagian tersebut setelah kering.

Masalah yang ditimbulkan pada cat yang terlalu kental adalah waktu kering yang sangat lama. Anda membutuhkan ukuran nozzle yang lebih besar jika mengaplikasikan cat yang terlalu kental.

DIY : Mengenal Apa Itu Finishing bagi Para Pemula
Hasil finishing meja dengan wood stain

Sulit untuk mengatur ketebalan yang tipis untuk cat dengan sedikit pelarut. Anda membutuhkan waktu kering yang lebih lama, karena terlalu tebal maka resiko untuk cat finishing lebih tinggi.

Semua pewarna cat pada umumnya dapat diaplikasikan dengan berbagai cara. Tipsnya untuk warna bisa lebih merata adalah bekerja pada bagian yang lebih kecil terlebih dahulu. Misalnya bagian kaki atau bagian depan laci dan cobalah untuk memperhatikan bagaimana teknik yang digunakan serat kecepatan keringnya.

Apabila pada wadah Anda menemukan cat mulai mengering, Anda bisa mencairkannya dengan menambahkan bahan pelarut. Jika Anda menerapkan terlalu banyak cat pada permukaan datar sebaiknya segera hapus dengan kain untuk meratakannya.

Oleskan noda dan singkirkan kelebihan dari satu permukaan lengkap atau lebih sekaligus. Jangan tumpang tindih noda ke permukaan yang telah selesai atau aplikasi ganda dapat menyebabkan perbedaan warna.

  • Top coat atau pernis
Baca Juga:  Melamin VS Pernis Untuk Pintu Utama Hunian Aman dan Raman Lingkungan

Diperlukan bahan finishing akhir yang disebut top coat atau pernis hal ini untuk memberikan lapisan pelindung dari air, kotoran dan noda. Anda dapat menggunakan top coat setelah lapisan pewarna kayu kering dan di amplas.

Sangat baik untuk memilih top coat kayu yang memiliki proteksi terkuat dan terbaik. Jenis top coat yang terbaik ini adalah polyurethane. Anda akan mendapatkan lapisan akhir berwarna transparan dan tampilan gloss.

Pernis polyurethane ada dua jenis, pertama adalah berbasis air dan kedua adalah berbasis solvent. Keduanya memiliki bahan pelarut berbeda. Top coat dari solvent membutuhkan thinner sebagai bahan pelarutnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa thinner adalah bahan kimia yang mengandung banyak logam berat jadi cukup berbahaya dan membutuhkan perlindungan diri ketika mengaplikasikannya.

Proses aplikasinya juga tidak jauh berbeda dengan pewarna kayu. Hanya saja Anda tidak menggunakan teknik wiping atau menyeka dengan kain katun yang kering. Semua langkah akan lebih mudah jika Anda menggunakan spray gun.

DIY : Mengenal Apa Itu Finishing bagi Para Pemula
Aplikasi poliurthane dengan kuas

Hasilnya kurang baik jika Anda mengaplikasikannya dengan kuas. Selain itu proses kering pernis solvent ini membutuhkan panas matahari. Jangan bekerja mengecat jika cuaca sedang mendung.

Berbeda dengan polyurethane solvent, jika Anda memilih yang berbasis water based maka segala kemudahan akan dirasakan. Pertama cat akan lebih mudah mengering di cuaca apapun. Anda bisa mengaplikasikannya bahkan pada saat cuaca hujan.

Kedua proses kering yang cepat tidak tergantung dengan panas matahari. Bahkan cat akan mengering di dalam ruangan yang memiliki ventilasi udara terbaik. Anda juga tidak perlu mengaplikasikannya dengan spray gun.

Cat bisa diaplikasikan dengan kuas bahkan roll apabila anda akan mengecat deck kolam renang atau parquet. Manakah dari kedua jenis cat ini yang akan Anda pilih? Soal tampilan keduanya akan sama-sama memberikan hasil gloss.

Baca Juga:  Pilih Biovarnish Wood Filler Untuk Finishing Transparan Kayu

Cara Mengaplikasikan Polyurethane

Kini kita mengetahui bahwa cat polyurethane water based adalah yang terbaik. Merk cat yang bisa Anda pilih saat ini adalah Biothane. Cat yang bisa memberikan perlindungan mulai dari ketahanan panas, hujan, perubahan suhu hingga goresan.

Khusus untuk Biothane 2K Anda bisa menggunakannya pada furniture yang diletakan di dekat pantai. Cat akan melindungi dari udara yang membawa air garam sehingga tidak mudah tergores bahkan rusak.

Cara bekerjanya adalah memulai dengan melarutkan cat . Untuk hasil sempurna Anda bisa mencampurkan dengan air hingga mendapatkan viskositas 11-12 NK2. Cat akan larut jika ANda mengaduknya dengan rata.

Apabila kesulitan mengukur dengan alat ukur sebaiknya gunakan perbandingan 2 bahan : 1 air. Lakukan percobaan pada area kayu yang tidak terlalu mencolok hingga mendapatkan  ketebalan yang tepat.

Lanjutkan dengan menguaskan cat ke permukaan kayu searah dengan serat. Pastikan lapisan pertama ini tipis sehingga Anda tidak perlu lama menunggu proses keringnya. Kemudian aplikasikan cat sekali lagi dengan cara yang sama.

Tunggu lapisan terakhir ini kering selama 24 jam. Anda akan melihat lapisan kering selama semalaman. Ingat jangan simpan di area yang berdebu jika Anda hendak mendiamkannya seama semalam.

Debu akan mudah menempel dan menimbulkan cacat finishing yang harus Anda perbaiki keesokan harinya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X