Bahaya Pelarut Organik: Ketika yang Organik Tidak Selalu Baik

Bahaya pelarut organik harus benar-benar diwaspadai terutama bagi mereka yang sering berurusan dengan jenis pelarut tersebut. Sebab, efek paparan pelarut ini tidak main-main dari sekedar iritasi hingga gangguan syaraf pusat.

Apa yang Dimaksud dengan Pelarut Organik?

Berbagai jenis pelarut organik bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan mencemari lingkungan.
Berbagai jenis pelarut organik bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan mencemari lingkungan.

Pelarut organik adalah bahan kimia dalam bentuk cair pada suhu kamar. Terdapat beberapa macam golongan pelarut organik seperti golongan hidrokarbon aromatik, hidrokarbon alifatik, alkohol, eter, keton, glikol, hingga aldehida. Meskipun terdiri atas berbagai golongan namun, bahan ini memiliki fungsi yang sama sebagai pelarut bahan kimia tertentu. Contoh-contoh pelarut organik adalah benzena, toulena, formaldehyda, hingga xylena. Bahan-bahan tersebut sangat umum ditemukan pada produk-produk seperti thinner, spiritus, dan berbagai produk sejenis lainnya.

Penggunaan Pelarut Organik

Pelarut organik biasa digunakan dalam berbagai bidang industri yang dilakukan manusia. Pelarut ini umum digunakan sebagai pelarut pada lem, cat, pernis, pelitur dan berbagai jenis bahan lainnya.

Bahaya Pelarut Organik

Sayangnya, meskipun memiliki fungsi yang beranekaragam, pelarut organik juga bisa menimbulkan kerugian bagi manusia. Bahaya pelarut organik bagi kesehatan sangat nyata dan harus benar-benar diwaspadai. Pelarut organik bisa menimbulkan:

  • Iritasi kulit
  • Iritasi mata
  • Iritasi organ dan saluran pernafasan
  • Iritasi paru-paru
  • Gangguan pada sistem saraf pusat
  • Gangguan pada sistem saraf tepi
  • Gangguan pada sistem indera seperti indera pendengaran
  • Gangguan pada sistem reproduksi
  • Menimbulkan kanker, contohnya benzena dan formalin
  • Gangguan pada berbagai organ dalam seperti ginjal, hati, dll

Tindakan Pencegahan

Karena gangguan yang ditimbulkan tidak main-main, hendaknya mereka yang berkecimpung dengan pelarut organik seperti tukang cat yang menggunakan cat berpelarut organik harus:

  • Ditingkatkan pengetahuannya mengenai bahaya yang berpotensi ia alami.
  • Ditingkatkan kesadarannya dalam menggunakan alat pelindung yang sesuai.
  • Monitoring lingkungan kerja.
  • Mendapatkan Medical Check Up sebelum kerja, berkala, dan pemeriksaan khusus.
Baca Juga:  Biocolours® Biopolyture™

Lebih Baik Memilih Produk Water Based

Dengan berbagai ancaman bahaya pelarut organik, sebaiknya penggunaan jenis pelarut ini memang dihindari. Salah satu produk yang umum digunakan masyarakat awam seperti cat berpelarut organik harus diminimalisir. Gunakanlah produk cat berpelartut air atau water based. Jenis cat dan bahan-bahan lainnya yang menggunakan pelarut air memiliki tingkat toksiksitas yang sangat rendah, apalagi bila dibanding dengan produk berpelarut organik.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X