Cara Membuat Dempul Kayu dari Lem Fox, Sangat Mudah!

Cara membuat dempul kayu dari lem Fox cukup sering dipakai untuk menutup lubang bekas paku, retakan kecil, sampai celah sambungan kayu yang kurang rapat. Bahannya mudah ditemukan, yaitu lem Fox putih dan serbuk kayu bekas gergajian.

Cara ini sebenarnya sudah lama dikenal di kalangan tukang kayu. Serbuk kayu digunakan sebagai bahan pengisi, sedangkan lem Fox membantu merekatkan serbuk tersebut pada bagian kayu yang berlubang.

promo produk finishing natural oil dan sanding sealer

Meskipun terlihat sederhana, pembuatan dempul tidak bisa hanya mencampurkan lem dan serbuk kayu begitu saja. Serbuk yang digunakan harus halus dan takarannya perlu disesuaikan agar campuran tidak terlalu lembek atau justru terlalu keras.

Siapkan Bahan dan Alat

Bahan utama yang perlu disiapkan adalah serbuk kayu dan lem Fox putih. Serbuk kayu bisa diambil dari sisa penggergajian, sisa pemotongan kayu, atau debu hasil pengamplasan.

Untuk alatnya, siapkan:

  • Saringan
  • Papan triplek atau wadah lebar
  • Pisau scrape atau kape
  • Amplas
  • Kuas kecil atau kain lap

Wadah yang digunakan tidak harus khusus. Potongan triplek yang sudah tidak terpakai juga bisa digunakan sebagai tempat mencampur. Justru permukaan yang agak lebar biasanya lebih enak dipakai karena adonan bisa ditekan dan diaduk menggunakan scrape.

promo produk biovarnish sanding sealer

Jika memungkinkan, pilih serbuk dari jenis kayu yang sama dengan kayu yang akan didempul. Misalnya saja, kayu jati menggunakan serbuk jati. Walaupun hasilnya belum tentu benar-benar sama, perbedaan warna biasanya tidak terlalu jauh.

Saring Serbuk Kayu Sampai Halus

Serbuk kayu bekas gergajian biasanya belum bisa langsung digunakan. Di dalamnya masih terdapat serpihan kecil, potongan kayu kasar, bahkan kotoran yang ikut tercampur.

Karena itu, serbuk perlu disaring terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan saringan apa saja yang tersedia. Saringan yang biasa digunakan untuk santan kelapa pun bisa dipakai.

Masukkan serbuk kayu ke dalam saringan, kemudian ayak sampai terkumpul serbuk yang benar-benar halus. Bagian yang kasar sebaiknya dipisahkan karena akan membuat permukaan dempul sulit diratakan.

Serbuk yang halus juga lebih mudah bercampur dengan lem. Ketika ditekan ke dalam lubang, campuran bisa masuk lebih rapat dan tidak meninggalkan permukaan yang terlalu kasar.

Ambil Serbuk Sesuai Ukuran Lubang

Setelah serbuk selesai disaring, ambil sedikit saja sesuai kebutuhan. Tidak perlu langsung membuat adonan dalam jumlah banyak.

Perhatikan terlebih dahulu lubang atau retakan yang akan ditutup. Lubang bekas paku tentu hanya membutuhkan sedikit campuran. Sedangkan celah sambungan kayu yang agak panjang membutuhkan jumlah yang lebih banyak.

Lebih baik membuat adonan sedikit demi sedikit. Campuran lem dan serbuk kayu akan mengering jika terlalu lama didiamkan Jika sudah mengeras, campuran tidak akan bisa digunakan kembali.

Campurkan Lem Fox dan Serbuk Kayu

Perbandingan Dempul Kayu Biovarnish dan Lem Kayu Putih

Letakkan serbuk kayu yang sudah halus di atas papan triplek atau wadah. Setelah itu, tuangkan lem Fox sedikit demi sedikit.

Campurkan lem dan serbuk kayu menggunakan pisau scrape. Aduk sambil ditekan sampai seluruh serbuk terkena lem dan berubah menjadi adonan.

Tidak ada takaran yang benar-benar pasti dalam cara membuat dempul kayu dari lem Fox. Setiap serbuk kayu bisa memberikan hasil yang berbeda.

Jika campuran masih terlalu lembek atau lengket, tambahkan serbuk kayu sedikit lagi. Sebaliknya, jika adonan terlalu padat, pecah, dan sulit ditekan, tambahkan lem Fox untuk membuatnya lebih lentur.

Lakukan penambahan secara bertahap. Jangan langsung menuangkan lem terlalu banyak karena adonan akan sulit dikentalkan kembali.

Campuran yang siap dipakai biasanya berbentuk pasta padat. Adonan masih bisa digerakkan menggunakan scrape, tetapi tidak terlalu lembek ketika diletakkan di atas papan.

Bersihkan Lubang Sebelum Didempul

Sebelum adonan dimasukkan, bersihkan dahulu lubang atau retakan pada kayu. Langkah ini sering dianggap sepele, padahal cukup berpengaruh pada hasil tambalan.

Debu dan serbuk yang tertinggal di dalam lubang dapat membuat adonan hanya menempel pada kotoran, bukan langsung pada permukaan kayu. Akibatnya, dempul lebih mudah lepas setelah kering.

Gunakan kuas, kain, atau tiup bagian lubang sampai bersih. Jika ada serpihan kayu yang sudah rapuh, buang terlebih dahulu.

Pastikan juga kayu dalam kondisi kering. Permukaan yang basah atau terkena minyak akan membuat lem sulit menempel dengan baik.

Tekan Dempul ke Dalam Lubang

Ambil sedikit adonan menggunakan scrape, kemudian letakkan pada bagian yang akan ditutup.

Tekan adonan ke dalam lubang. Pada tahap ini, scrape bisa digerakkan melintang dari arah serat kayu. Tidak masalah, karena tujuannya memang untuk memastikan campuran masuk sampai ke bagian dalam.

Jika lubang cukup dalam, tambahkan campuran secara bertahap sambil terus ditekan.

Setelah seluruh lubang terisi, tarik scrape mengikuti arah serat kayu. Gerakan ini digunakan untuk meratakan permukaan sekaligus membersihkan sisa adonan yang melebar di sisi lubang.

Campuran ini juga sering digunakan pada sambungan kayu yang kurang rapat. Namun, perlu diperhatikan bahwa dempul hanya berfungsi mengisi celah. Jika sambungannya sudah longgar, sambungan tetap harus diperbaiki dan dilem kembali.

Tunggu Kering dan Lanjutkan Pengamplasan

Biarkan dempul sampai benar-benar kering sebelum diamplas. Waktu keringnya tergantung pada ketebalan campuran, ukuran lubang, dan kondisi udara di tempat kerja.

Tambalan yang tipis mungkin lebih cepat kering. Sebaliknya, lubang dalam membutuhkan waktu lebih lama. Setelah mengeras, amplas permukaannya mengikuti arah serat kayu. Lakukan perlahan sampai bagian yang menonjol kembali rata dengan bidang di sekitarnya.

Pada tahap ini biasanya mulai terasa kekurangan dari campuran lem dan serbuk kayu. Lem yang sudah kering bisa terasa alot dan lengket saat diamplas. Kertas amplas juga lebih aus dan diganti baru, akibatnya boros amplas dan lelah tenaga.

Jika tambalan ambles, aplikasi perlu diulang. Isi kembali bagian yang cekung, tunggu kering, lalu amplas sekali lagi.

Campuran Lem Fox dengan Compound atau Gypsum

Selain memakai serbuk kayu, ada juga yang membuat dempul dari campuran lem Fox dengan compound atau bubuk gypsum.

Cara mencampurnya kurang lebih sama. Bubuk compound atau gypsum diletakkan di atas wadah, kemudian lem dituangkan sedikit demi sedikit sampai terbentuk adonan.

Campuran ini memang bisa dipakai untuk mengisi lubang. Namun, warnanya cenderung putih sehingga terlihat cukup kontras pada permukaan kayu berwarna gelap.

Penggunaannya lebih memungkinkan jika kayu nantinya ditutup dengan cat warna solid. Untuk finishing natural yang masih memperlihatkan serat kayu, campuran berwarna putih akan lebih sulit disamarkan.

Compound dan gypsum juga memiliki karakter yang berbeda dengan kayu. Kayu dapat memuai dan menyusut mengikuti perubahan kelembapan, sedangkan tambalan yang terlalu kaku berisiko retak atau terlepas.

Kekurangan Dempul dari Lem Fox

Itulah cara membuat dempul kayu dari lem Fox yang sering dipakai untuk menutup lubang kecil. Secara praktik memang bisa dilakukan, tetapi cara ini sebenarnya kurang direkomendasikan jika mengejar hasil finishing yang rapi.

1. Bisa ambles

Masalah yang cukup sering terjadi adalah tambalan ambles setelah kering. Volume campuran bisa menyusut. Lubang yang sebelumnya terlihat penuh akhirnya kembali membentuk cekungan.

2. Susah diamplas

Proses pengamplasannya juga lebih berat. Campuran lem putih yang sudah kering cenderung alot sehingga susah dikikis. Jika lem terlalu banyak, dempul bahkan bisa menggulung atau terkelupas saat diamplas.

3. Warna cat kayu jadi belang

Masalah berikutnya baru terlihat saat kayu mulai diberi cat atau wood stain. Bagian yang terkena lem memiliki daya serap berbeda dengan kayu di sekitarnya. Akibatnya, warna bisa terlihat belang.

Serbuk kayu memang bisa membantu mendekatkan warna tambalan, tetapi lem yang mengering tetap dapat membuat permukaannya terlihat lebih terang, lebih gelap, atau sedikit mengilap.

Gunakan Wood Filler agar Hasil Lebih Rata

dempul kayu bagus

Dibanding campuran lem, lebih baik pakai wood filler khusus untuk dempul kayu. Wood filler memang dibuat untuk menutup pori, lubang kecil, retakan, dan cacat pada permukaan kayu.

Wood filler lebih mudah diratakan. Setelah kering lebih mudah diamplas tanpa perlu terlalu banyak tenaga.

Pilihan warnanya juga sudah menyesuaikan warna kayu, seperti jati atau ramin. Dengan begitu, bagian yang didempul tidak terlalu kontras ketika masuk ke tahap pewarnaan.

Daya serap wood filler juga lebih stabil dibandingkan campuran lem. Hasil warna finishing pun lebih rata dan tidak berisiko belang.

Jadi, cara membuat dempul kayu dari lem Fox masih bisa dipakai untuk kebutuhan darurat. Namun, wood filler khusus jauh lebih direkomendasikan karena mudah digunakan dan hasilnya optimal.

Baca juga : Cara Memaksimalkan Aplikasi Dempul Kayu yang Bagus Biovarnish

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.