wood stain

10 Tips Memilih Cat Warna Kayu Warna Kayu yang Bagus untuk Pinus

Pinus adalah kayu yang paling banyak digunakan oleh para DIY karena harganya yang murah dan mudah didapatkan. Karena mudah didapat, pinus sering menjadi objek latihan finishing untuk mendapatkan ragam warna yang diinginkan. Warna kayu pinus yang putih mempermudah siapa saja untuk melapisinya dengan warna natural. 

Walaupun mudah dilapisi dengan warna-warna natural, tapi tidak semuanya tepat diaplikasikan jika Anda ingin menghasilkan warna yang sesuai dengan kayu pinus sendiri. Ditambah lagi kayu pinus adalah tipe kayu yang cukup sulit untuk di finishing karena sifatnya yang mengandung minyak lebih banyak. 

Pori kayu pinus lebih lebar sehingga penyerapan stain atau pernis tidak dapat merata. Peresapan yang tak merata ini menghasilkan warna yang belang. Menghindari hal tersebut, Anda harus mengenali bagaimana teknik mengaplikasikan sekaligus pemilihan warna yang tepat. 

Bukan hanya sekedar cat kayu warna coklat yang natural saja, tetapi ada beberapa jenis warna yang cocok untuk digunakan. Pemilihan warna juga tergantung dengan produk yang akan digunakan. Jadi sebaiknya Anda mengikuti tips yang ada disini. 

Tips Pemilihan Cat Warna Kayu Pinus yang Tepat

Ada begitu banyak produk stain, pernis dan juga sanding sealer serta ada banyak pilihan warna. Seringkali pasti Anda akan kebingungan untuk memilihnya. Jangan khawatir Anda bisa memilih cat warna kayu pinus yang tepat dengan sepuluh tips berikut ini:

Tips 1. Sesuaikan dengan Gaya Pada Furniture

Hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah gaya dari furniture kayu pinus yang telah dibuat. Tidak semua gaya cocok menggunakan warna-warna natural dari kayu eksotis. Beberapa gaya dari furniture seperti retro victorian membutuhkan warna-warna yang hangat atau warna natural yang lebih gelap. 

Anda bisa memilih tone warna lebih rendah dari warna kayu eksotik yang gelap. Sedangkan beberapa warna natural yang terang cocok digunakan pada gaya skandinavia, kontemporer, minimalis karena mampu memberikan kesan ketenangan. Sedangkan warna-warna natural yang gelap seperti kayu eksotik cocok untuk furniture bergaya klasik. 

Tips 2. Memilih Wood Stain yang Terbuat dari Dye

Ada dua tipe coloring yang digunakan pada sebuah stain yaitu dye dan juga pigmen. Keduanya sama-sama memberikan hasil warna natural tetapi sebaiknya pilih cat warna kayu yang menggunakan dye. Alasannya pigmen terbentuk dari partikel yang lebih besar daripada dye sehingga cukup sulit meresap pada permukaan kayu pinus. 

Disisi lain dye memiliki molekul yang sangat kecil sehingga meresapnya pada pori kayu pinus akan lebih dalam. Peresapan yang dalam akan memperkuat hasil warna yang didapatkan setelah finishing. Disamping itu juga akan mengurangi resiko minyak kayu akan naik. 

Tips 3. Thickness yang Digunakan pada Stain

Selain colorant, pilih juga stain yang memiliki thickness yang terbuat dari liquid. Ada dua tipe thickness yang digunakan untuk membentuk stain yaitu liquid dan juga gel. Jika kayu pinus diaplikasikan dengan stain yang terbuat dari gel maka kemungkinan meratanya sangat rendah. Cara mengaplikasikannya pun juga semakin sulit dan beresiko menaikkan minyak kayu. 

Sedangkan jika Anda menggunakan wood stain liquid proses aplikasinya akan lebih mudah bahkan bisa hanya dengan kuas. Liquid lebih mudah meresap ke dalam pori kayu pinus secara merata sehingga menghasilkan warna natural yang bagus. 

Tips 4. Jangan Lupa Mengaplikasikan Sanding Sealer

Hal dasar yang perlu diperhatikan supaya warna dari stain lebih tajam adalah penggunaan sanding sealer sebagai base coat. Wood Filler saja tidak cukup untuk melapisi permukaan kayu pinus supaya merata. Dibutuhkan kerja sanding sealer supaya stain nantinya bisa merata warnanya. 

Jika Anda tidak ingin menggunakan cat warna kayu atau ingin menghasilkan warna transparan bisa saja. Cukup mengaplikasikan sanding sealer kemudian langsung ditumpuk dengan lapisan pernis. Sanding sealer juga akan mengurangi resiko naiknya minyak kayu yang tak bisa dihilangkan jika sudah muncul. 

Tips 5. Cat Sudah Mengandung Bahan Pengawet Kayu

Kayu pinus adalah jenis kayu lunak yang sangat mudah terkena serangan jamur dan juga rayap apabila diletakkan di ruangan dengan udara sangat lembab. Menghindari hal tersebut, Anda harus memanfaatkan stain yang memiliki kandungan bahan pengawet. Periksa kembali pada kemasan kaleng stain apakah terdapat bahan pengawet tersebut.

Kandungan bahan pengawet ini akan menambah perlindungan selain dari lapisan pernis. Sehingga jika Anda meletakkannya di dalam ruangan yang lembab setidaknya kayu pinus bertahan lebih lama.

Tips 6. Bisa Diaplikasikan dengan Kuas dan Wiping

Warna kayu akan lebih berhasil jika proses aplikasinya dengan wiping dan juga kuas. Tidak semua stain bisa diaplikasikan dengan kedua cara tersebut. Jika diaplikasikan dengan alat semprot kebanyakan hasilnya kurang memuaskan karena peresapan yang terjadi kurang sempurna. Apalagi jika Anda belum menguasai teknik penyemprotan yang benar. 

Jadi lebih baik, teliti kemasan pada kaleng cat apakah proses aplikasinya menggunakan kuas atau wiping. 

Tips 7. Produk Stain untuk Outdoor

Daripada memilih produk stain untuk outdoor, akan lebih baik jika Anda memilih stain untuk outdoor. Alasannya adalah warna yang dihasilkan lebih tajam sehingga tidak akan mudah pudar. Apalagi jika Anda akan meletakkan furniture kayu pinus di area yang sering terkena sinar matahari seperti teras. 

Selain stain outdoor, Anda juga bisa menggunakan stain untuk indoor dan outdoor karena keduanya memiliki hasil warna yang sama yaitu tahan lama. 

Tips 8. Pilih Stain yang Menggunakan Pelarut Air

Air merupakan binder dari sebuah produk stain dan cat sejenisnya. Ada dua jenis binder yang banyak digunakan yaitu air dan juga solvent. Jika Anda memilih stain dari solvent, resiko untuk kesehatan lingkungan sangat tinggi. Mengingat stain solvent mengandung logam berat yang sangat tinggi. 

Sebaiknya Anda memilih stain yang menggunakan pelarut air atau stain water based. Selain aman digunakan untuk lingkungan, stain ini juga mampu menghasilkan warna yang natural transparan. Tidak ada efek menguning atau perubahan warna apapun yang muncul selama Anda menggunakannya. 

Tips 9. Pilih Cat dengan Bahan Pelarut yang Sama

Selama Anda akan menggunakan stain water based maka produk lain yang digunakan juga harus menggunakan bahan pelarut yang sama yaitu air. Jangan gunakan bahan pelarut lainnya seperti solvent karena keduanya tidak memiliki kompatibilitas. Nantinya jika anda mengaplikasikan stain water based diatas sanding sealer solvent cat tidak akan menempel. 

Hasil yang didapatkan tidak hanya merata tetapi juga cat mudah mengelupas setelah mengering. Warna yang didapatkan pun tidak akan merata seperti biasanya.  

Tps 10. Pilih Produk yang Waktu Keringnya Cepat

Proses aplikasi adalah bagian penting untuk mempertimbangkan kualitas dari produk stain. Jika Anda memilih cat yang keringnya lama bahkan bergantung pada panas matahari tentunya akan merugikan. Selain itu Anda harus menunggu berhari-hari untuk menyelesaikan satu kali finishing. 

Oleh sebab itu, bacalah petunjuk pemakaian pada kaleng cat manakah stain yang waktu keringnya lebih cepat. Disamping itu proses pengeringan sebaiknya juga tidak tergantung dengan panas matahari. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X