furniture-kayu-outdoor

Tung Oil : Keuntungan, Cara Menggunakan, Fakta dan Mitos

Tung oil asli merupakan minyak kering yang diekstrak dari biji rami dari pohon tung. Pohon tersebut merupakan tanaman asli dari China dan tumbuh di beberapa negara lain di Asia. Minyak ini telah banyak digunakan selama bertahun-tahun dan tahan terhadap air. Sehingga banyak digunakan oleh berbagai macam jenis furniture hingga kapal. 

Semua material kayu hingga batu seringkali menggunakan tung oil sebagai bahan pelapis. Banyak yang menganggap bahwa tung oil merupakan bahan finishing yang lebih baik dibandingkan jenis minyak lainnya. 

Baca Juga : Perbedaan Cat Water Based dan Cat Oil Based

Proses aplikasi Tung Oil juga mudah, selama menggunakan bahan ini Anda harus memperhatikan beberapa hal. Banyak juga mitos yang seringkali membuat orang ragu menggunakan Tung Oil. Kira-kira seperti apa mitos seputar Tung oil? Bagaimana cara aplikasi dan keuntungannya?

Keuntungan Menggunakan Tung Oil sebagai Bahan Finishing

Sebelum masuk ke dalam proses aplikasi, kenali macam-macam keuntungan yang akan didapatkan. Keuntungan ini juga merupakan alasan banyak orang akhirnya memilih Tung Oil sebagai bahan finishing. Apabila dilihat secara umum, hasil lapisannya sangat fleksibel, kuat, aman dan memberikan proteksi kayu terhadap air. 

Baca Juga : Tampilan Shabby Chic pada Meja kayu dengan Chalk Paint

Satu proses yang paling banyak disukai adalah kecepatan keringnya, membuat proses aplikasi sangat hemat waktu. Satu lagi yang akan didapatkan yaitu kayu akan tahan terhadap jamur serta warna kayu yang berubah menghitam atau lebih terang. 

Bila dilihat dari segi estetika, tung oil akan memberikan tampilan yang indah dengan permukaan matte yang dalam terhadap serat kayu. Anda juga bisa menciptakan kayu terlihat antik dan diterapkan pada gaya tertentu. 

Baca Juga : Tips Finishing Kayu yang Ramah Lingkungan

Tidak hanya kayu saja, para pengrajin menyukai tung oil juga untuk melapisi lantai kayu, decking, gitar, mainan kayu untuk anak hingga permukaan besi, batu dan batu bata. Cukup dengan mengukur seberapa besar ukuran material dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tung oil. 

Langkah-Langkah Aplikasi Tung Oil

Proses aplikasi tung oil pada permukaan kayu sangatlah mudah. Anda bisa mengaplikasikannya dengan berbagai macam alat. Ada bisa memulainya dengan persiapan material. Persiapan yang tepat akan membuat hasil finishing sempurna. 

Cobalah untuk membersihkan permukaan kayu hingga tidak ada debu atau kotoran keras yang menempel. Kemudian jika perlu Anda bisa mengamplas permukaan kayu sebelum mengaplikasikan tung oil. Amplas menggunakan kertas amplas nomor 150 kemudian bersihkan debu amplas dengan vakum atau kain. 

Apabila semua persiapan sudah dilakukan, ikuti langkah aplikasinya berikut. 

1. Melarutkan Tung Oil sebelum Aplikasi

Tung oil perlu dilarutkan terlebih dahulu agar tidak sulit untuk diaplikasikan. Anda bisa melarutkannya dengan thinner. Selain mudah diaplikasikan, thinner juga akan membuat tung oil lebih cepat mengeras. Pelarutan perlu dilakukan jika Anda akan mengaplikasikan pada furniture dalam ruangan. 

Satu-satunya aplikasi tanpa harus dilarutkan adalah untuk kayu yang sering terkena perubahan cuaca seperti decking atau kapal. Anda bisa mengaplikasikan tung oil yang masih kental ke seluruh permukaan. Fungsinya untuk membentuk lapisan coating yang lebih kuat. 

2. Mengaplikasikan Tung Oil

Proses aplikasinya pertama dengan membentuk lapisan tipis. Gunakan kuas dengan bulu alami atau kain. Tuang larutan ke permukaan sedikit saja kemudian ratakan dengan kuas ke seluruh permukaan. Lap dengan kain ke arah berlawanan serat. Tujuannya agar pori kayu meresap. 

Setelah permukaan pori meresap tung oil tunggu selama 40 menit hingga 80% permukaan berubah mengering. Kemudian tuang kembali dan ulangi cara yang sama. Langkah ini untuk membentuk lapisan kedua. Ulangi langkah yang sama tersebut hingga membentuk tiga atau empat lapisan sesuai kebutuhan. 

3. Menghilangkan Tung Oil yang Tidak Meresap

Setelah mengaplikasikan tiga hingga empat coating, akan ada permukaan tung oil yang tidak meresap ke permukaan pori. Pada saat inilah Anda harus menghilangkan sisa lapisan yang tidak meresap tersebut. Gunakan kain katun yang kering dan juga bersih untuk menghilangkannya. 

Sapukan kain ke permukaan searah dengan serat kayu kemudian biarkan sisa yang menempel mengering selama semalaman. Untuk mendapatkan hasil finishing terbaik, ikuti instruksi yang tertera pada kemasan dengan sesuai. 

4. Proses Pengeringan Tung Oil 

Saat proses pengeringan berlangsung, tung oil membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan cat yang lainnya. Waktu kering akan dimulai dari seminggu hingga 10 hari. Kemudian berlanjut pada 15 hingga 30 hari untuk benar-benar kering. 

Jangan pernah langsung menjemur furniture di bahwa panas matahari dalam waktu yang lama. Selama 10 hari pertama pengeringan cek ulang dan lap kembali permukaanya. Jika pengeringan terjadi pada lantai kayu, Anda masih boleh berjalan di atasnya dengan alas kaki yang bersih. Tetapi hindari untuk menggunakan objek berat dan kasar agar tidak menimbulkan goresan yang terlalu dalam. 

Tidak ada sealer lainnya yang dibutuhkan untuk melindungi tung oil. Namun setelah masa pengeringan 15 hingga 30 hari kayu akan memiliki lapisan yang lebih kuat. WAlaupun terkena perubahan cuaca hingga masalah goresan tidak akan menimbulkan cacat yang mendalam. 

5. Proses Finishing Kayu dengan Tung Oil

Furniture atau lantai kayu yang telah dilapisi dengan tung oil akan lebih mudah dibersihkan. Anda bisa menjaga penampilannya dengan membersihkannya setiap hari tanpa takut rusak. Nah walaupun begitu, karena penggunaan yang terlalu sering maka dibutuhkan setidaknya refinishing setelah beberapa tahun sekali. 

Anda tidak perlu memulai finishing dari awal atau menghilangkan lapisan lama. Cukup dengan mencampurkan 2 thinner : 1 tung oil kemudian aplikasikan dengan cara yang sama seperti pertama kali. Biarkan lapisan mengering sesuai dengan yang dibutuhkan. 

Tips agar proses refinishing mudah dan tidak menimbulkan masalah adalah dengan membersihkan permukaannya. Kayu harus benar-benar bersih dan juga bebas debu, Anda juga bisa mengamplasnya. Perlu diingat juga tidak perlu ditambah dengan lapisan coating lainnya. 

4 Fakta dan Mitos tentang Tung Oil yang harus Diketahui

Banyak digunakan membuat berbagai fakta dan juga mitos bermunculan. Sehingga seringkali orang yang baru saja akan menggunakan tung oil membuat bingung. Jadi apa saja mitos dan merupakan fakta dari tung oil?

Berikut ini beberapa fakta dan mitos yang harus Anda ketahui sejak awal. 

  1. Mitos mengatakan bawah tung oil ditemukan tahun 1960 an. Faktanya tung oil justru sudah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu. 
  2. Tung oil tidak dapat mengering dan membuat pekerjaan menjadi sulit. Faktanya tung oil hanya kering dalam waktu lama, namun setelah kering akan membentuk lapisan yang sangat kuat. 
  3. Mitos mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk menggunakan tung oil karena mahal dan mudah berubah warna. Faktanya tung oil justru murah dan tetap mampu mempertahankan penampilannya. 
  4. Mitos mengatakan bahwa tung oil dapat menimbulkan alergi pada seseorang dan merupakan pilihan berbahaya. Faktanya adalah tidak ada alergi yang ditimbulkan tung oil bahkan jika mengenai kulit. 

Jadi masih adakah mitos dari tung oil yang membuat Anda mempertimbangkan ulang untuk menggunakannya?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X