Mengenal Lebih Dekat Cat

Beda dari anggapan kebanyakan orang, cat bukanlah produk tunggal yang bisa digunakan begitu saja. Mengecat tak ubahnya mengenakan make up bagi wanita. Kombinasi yang digunakan harus tepat untuk menciptakan tampilan yang diinginkan.

Ada beragam jenis produk cat
Ada beragam jenis produk cat

Ketika kita membayangkan cat, imajinasi kita pasti akan merujuk ke iklan-iklan di TV. Meski benar, namun produk ini tak sesimpel kelihatannya. Cat secara umum memang merujuk pada bahan yang digunakan untuk melindungi dan meningkatkan estetika sebuah produk. Namun formulasi yang digunakan berbeda-beda mengikuti:

Baca Juga : cara mengecat tembok warna warni

  • Bahan yang dicat
  • Tingkat keamanan yang diinginkan
  • Kondisi lingkungan tempat bahan diletakkan
  • Tampilan yang diinginkan

Sebagai contoh, kebanyakan almari kayu dicat warna coklat natural. Sedang tembok umumnya dicat berwarna-warni. Tentu antar keduanya, digunakan formulasi produk yang berbeda. Meski demikian, secara umum, formulasi dasar cat sama.

Komponen Cat

  • Binder

Binder adalah komponen yang pasti ada di tiap cat. Binder bertanggungjawab membentuk lapisan pengecatan dan mempengaruhi tingkat kecerahan, ketahanan, fleksibilitas, dan kekuatan. Umumnya binder terbuat dari resin (baik alami maupun sintetis) seperti alkid, akrilik, vinil akrilik, vinil asetat, poliuretan, melamine, hingga epoksi.

Baca Juga : inilah perbedaan oil based dan water based secara lengkap

  • Pengencer

Tidak semua cat mengandung pengecer. Pengencer sendiri digunakan untuk memecahkan polimer dan mengatur vikositas cat agar lebih mudah digunakan. Secara umum, ada dua jenis pengecer: air dan solvent seperti thinner dan spiritus. Cat dengan pengencer air jauh lebih aman dibanding dengan pengencer solvent.

  • Pewarna

Ada dua jenis pewarna yang biasa digunakan, yakni pigmen dan dye. Pigmen umumnya digunakan pada produk outdoor sedang dye untuk produk indoor. Bedanya pigmen dan dye sendiri terletak pada ukuran partikel hingga persebarannya. Pigmen lebih besar dan tidak tersebar serata dan serapi dye sehingga lebih tahan dengan faktor luar. Sedangkan dye yang lebih kecil dan tertata cenderung mudah rusak ketika salah satu susunannya terganggu oleh faktor-faktor seperti sinar UV.

  • Additive

Additive pada cat biasanya digunakan dalam jumlah sangat kecil, namun efek yang diberikan besar. Additive akan mempengaruhi hasil pengecatan seperti stabilitas pigmen.

Dari formulasi dasar tersebut, dibuat cat yang berbeda-beda tergantung bahan yang akan dicat hingga kondisi tempat bahan diletakkan. Seringkali dalam proses finishing, juga tak digunakan satu jenis produk saja. Anda mungkin pernah mendengar istilah “cat dasar” atau dempul? Dempul tentu beda dengan produk yang fungsinya menciptakan warna atau menciptkan efek gloss.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, cat bisa dibedakan atas:

  • Fungsi dalam Finishing
  • Pelarutnya
  • Indoor dan Outdoor
  • Bahan yang Akan Dicat
  • Komponen
  • Cara Menggunakannya

Jenis Cat Berdasarkan Fungsi dalam Finishing

Biocolours wood putty
Biocolours wood putty, contoh dempul kayu

Untuk mewarnai lemari kayu, seringkali seorang teknisi tidak hanya membutuhkan satu produk saja. Tampilan cat yang coklat natural adalah hasil kombinasi berbagai bahan. Demikian pula tembok rumah, meja kayu, hingga berbagai perabot di rumah. Secara umum, dalam sebuah proses finishing dikenal produk:

  • Lapisan Dasar: Dempul dan Filler

Tembok atau kayu yang sama sekali belum dicat biasanya memiliki permukaan tak rata. Untuk itulah digunakan lapisan dasar. Lapisan dasar sendiri bisa dibedakan menjadi dempul dan filler. Dempul secara umum memiliki daya tutup lebih baik dibanding filler sehingga biasanya digunakan untuk hasil pengecatan warna solid seperti merah, hijau, biru, dst. Sedangkan filler biasanya dimanfaatkan untuk pengecatan natural look seperti almari kayu warna coklat.

  • Lapisan Utama

Lapisan utama memiliki fungsi mengikat lapisan dasar dan komponen di atasnya. Lapisan ini juga memiliki peran besar menciptakan lapisan film pengecatan.

  • Pewarna

Sebagaimana namanya, pewarna digunakan untuk memberikan warna pada bahan yang akan dicat. Pewarna cat sendiri bisa dibedakan menjadi dua, yakni pigmen dan dye.

  • Lapisan Atas: Top Coat

Top coat berfungsi mengikat seluruh lapisan pengecatan dengan kayu. Top coat atau lapisan atas ini akan berpengaruh pada tingkat kehalusan dan kecerahan hasil pengecatan.

Beberapa cat memang bisa digunakan tunggal. Cat seperti itu disebut cat enamel atau enamel paint. Enamel paint umumnya sudah mengandung lapisan dasar hingga lapisan atas. Biasanya enamel paint digunakan untuk mengecat produk-produk yang lebih membutuhkan perlindungan daripada estetika. Misalnya pagar dan tiang jembatan. Hasil pengecatan enamel paint tak sebaik kombinasi manual lapisan dasar hingga top coat.

Selain enamel, dikenal pula produk-produk seperti varnis (pernis). Bila enamel mengandung lapisan dasar hingga atas, pernis mengandung pewarna hingga top coat. Pernis umumnya digunakan untuk finishing indoor karena tidak sekuat enamel.

Jenis Cat Berdasarkan Pelarutnya

Jenis cat water based jauh lebih aman
Jenis cat water based jauh lebih aman

Berdasarkan pelarutnya, cat bisa dibedakan menjadi cat water based dan solvent based. Cat water based menggunakan pelarut air, sedangkan solvent based menggunakan pelarut solvent. Dari sisi keamanan dan efeknya pada kesehatan, water based paint lebih aman karena tak mengandung senyawa organik mudah menguap pada pelarutnya. Pasalnya, senyawa organik mudah menguap yang banyak ditemukan pada solvent based paint memang membahayakan dan beberapa bahkan bisa meningkatkan resiko kanker.

Jenis Cat Indoor dan Outdoor

Cat yang digunakan indoor berbeda dengan cat untuk outdoor. Kondisi outdoor yang lebih keras memerlukan ketahanan cat yang lebih bagus dibanding kondisi indoor.

Jenis Cat Berdasarkan Bahan yang Akan Dicat

Kayu, tembok, dan batu, memiliki karakter sendiri-sendiri. Bahan untuk mengecatnya pun harus dibuat khusus agar tak gagal ketika diaplikasikan.

Jenis Cat Berdasarkan Komponennya

Seperti yang sudah disebut di atas, cat berdasarkan komponennya bisa dibedakan menjadi cat enamel, varnish, hingga dempul, staining, dan top coat.

Jenis Cat Berdasarkan Cara Menggunakannya

Cara menggunakan cat bukan hanya diroll seperti yang kita lihat di iklan-iklan. Teknologi cat sudah maju dan saat ini sudah banyak ditemukan cat yang bisa dispray dan diaplikasikan dengan metode yang lebih praktis. Secara umum, cara menggunakan cat bisa dibedakan menjadi:

  • Metode kuas
  • Metode spray
  • Metode roll
  • Metode curtin

Karena terdiri atas beragam jenis, mengecat tak bisa dilakukan sembarangan. Apalagi bila Anda menginginkan hasil pengecatan unik seperti tipe pengecatan antik dan vintage. Pada akhirnya, mengecat tak ubahnya seperti mengenakan make up. Kombinasi yang tepat harus dibuat sedemikian rupa sehingga hasilnya benar-benar bagus, sesuai kondisi, dan tak mudah rusak.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X