Cara Menyamakan Cat Pintu Kayu Jati Belanda dengan Aman

Kayu jati belanda adalah salah satu jenis kayu yang murah dan mudah didapatkan. Tak sedikit juga kayu ini diolah untuk menjadi material pintu rumah. Selain murah, pintu ini murah dan juga ringan tak sulit untuk diolah menjadi sebuah pintu. Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan adalah, ketika dicat dengan warna natural hasilnya seringkali belang. 

Apa penyebabnya kayu jati belanda ini belang? Ada banyak alasannya. Pertama adalah bekas jamur blue stain yang tak akan hilang hanya ditutupi dengan wood stain saja. Warna jamur yang kebiruan ini meresap hingga ke dalam pori kayu sehingga tidak bisa hilang, kecuali Anda mengecatnya dengan cat warna solid. 

Alasan kedua adalah, Anda mungkin saja tidak menggunakan produk wood stain yang terbaik. Beberapa stain yang dijual dalam bentuk kiloan tanpa merk memang murah, tetapi hasilnya tidak akan memuaskan. Hal ini menyebabkan setelah cat mengering hasilnya jusrtu menjadi belang.

Alasan ketiga adalah Anda tidak menggunakan teknik mengecat yang tepat. Warna belang ini bisa dihasilkan karena penyerapan cat yang tidak merata. Kayu jati belanda yang termasuk sebagai kayu berpori besar ini memiliki tingkat penyerapan yang tidak sama. Artinya berpotensi membuat tampilan stain tidak merata.

Produk Aman untuk menyamakan Cat Pintu Kayu Jati Belanda

Mengetahui ketiga alasan mengapa sebuah pintu dari kayu jati belanda warnanya tidak bisa merata, maka langkah awal yang harus Anda lakukan adalah dengan memilih produk terbaik. Bukan hanya cat, tetapi juga bahan untuk memutihkan kayu jati belanda dari warna jamur blue stain. 

Apa saja produk yang sebaiknya Anda gunakan? Berikut ini produk yang sangat direkomendasikan oleh para pengrajin kayu. 

White Agent 250 (WA 250)

Sebagai bahan pemutih kayu, WA 250 sangat dianjurkan karena tingkat keamanannya. Anda tentunya bukan hanya ingin mendapatkan hasil terbaik tetapi juga keamanan lingkungan. Tak sedikit pengrajin yang mengeluhkan bau atau bahan finishing bahkan bleaching yang keras membuat iritasi. Dilihat dari dampak keamanannya, maka WA 250 sangat disarankan. 

Baca Juga:  Menggunakan Chalk Paint dengan Teknik Distress Dua Warna

Ada beberapa keuntungan yang membuat WA 250 ini aman, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Berpelarut air yang murah dan mudah didapatkan. 
  2. Tidak menimbulkan iritasi pada kulit normal sehingga aman. 
  3. Mudah diaplikasikan tak perlu dijemur lama. 
  4. Memberikan hasil natural yang tidak merusak serat kayu.

Pada keuntungan nomor 4 ini juga termasuk keamanan yang akan diberikan oleh kayu. Biasanya kebanyakan bahan pemutih kayu justru akan merusak serat yang akan terlihat setelah di finishing warna natural. Serat akan mulai samar dan keutuhan kayu menjadi sangat rentan. Tentunya Anda tak ingin mendapatkan masalah ini pada pintu kayu di rumah bukan? 

Biovarnish Series

Produk kedua yang sangat disarankan adalah bahan finishing yaitu Biovarnish series. Terdiri dari wood filler, liquid stain, sanding sealer dan juga clear coat. Sama seperti WA 250, produk ini juga menggunakan pelarut air yang hemat dan aman. Artinya produk water based ini tak perlu diragukan lagi soal keamanannya. 

Tak hanya aman, ada beberapa keuntungan lain yang akan Anda gunakan selama menggunakan produk series ini yaitu sebagai berikut. 

  1. Mudah diaplikasikan baik dikuas atau disemprot. 
  2. Memberikan warna natural yang transparan. 
  3. Memiliki daya rekat kuat sehingga tahan lama. 
  4. Daya sebar luas yang membuatnya lebih hemat. 
  5. Aplikasi cepat karena proses kering tidak lama. 
  6. Perlindungan terhadap rayap, jamur, sinar uv bahkan perubahan cuaca. 

Pada keuntungan nomor 6, adalah bagian yang sangat dibutuhkan oleh pintu kayu. Warna bisa saja merata, tapi jika perlindungan dari cat tidak maksimal maka warna pun cepat memudar. Tak ingin masalah pintu kayu mengganggu tampilan rumah, sebaiknya Anda menggunakan Biovarnish. 

Cara Memutihkan Pintu Kayu Jati Belanda

Setelah mendapatkan produk terbaik, langkah selanjutnya adalah memutihkan warna pintu. Langkah ini sangat penting dan sebaiknya dilakukan satu hari sebelum proses pengecatan berlangsung. Alasan utamanya adalah supaya MC kayu kembali seperti semula mengingat WA 250 harus dibilas menggunakan air. 

Baca Juga:  Pernis Kayu Bening untuk Menyempurnakan Finishing Motif Kayu

Pastikan juga selama proses aplikasi, Anda mengecek perkiraan cuaca. Bahan akan lebih mudah mengering jika cuaca tidak hujan. Sebelum mulai mengaplikasikan, pastikan pintu jati belanda dalam keadaan kering. Kemudian bersihkan semua kotorannya, jika masih kasar amplas permukaannya. 

Apabila pintu sudah bersih dan halus, barulah Anda bisa melanjutkan dalam proses aplikasi yaitu sebagai berikut ini. 

  1. Larutkan WA 250 dengan air, gunakan perbandingan 1:1 jika warna jamur blue stain cukup pekat dan banyak. Namun jika warnanya sedikit pucat dan tidak banyak Anda bisa menggunakan perbandingan 2:1. 
  2. Aduk WA 250 di dalam wadah terpisah dan pastikan bercampur dengan air secara merata. Jangan lupa selama proses pemutihan Anda harus menggunakan masker dan sarung tangan, khususnya jika memiliki kulit sensitif. 
  3. Kuaskan larutan WA 250 yang sudah dicampur tadi ke permukaan pintu dengan menggunakan kuas. Kuas ke permukaan secara merata. Anda bisa menebalkan di bagian yang terkena jamur blue stain dengan larutan lebih banyak. 
  4. Diamkan pintu supaya bahan bekerja selama 4-6 jam. Jangan lupa jangan menjemur pintu, biarkan saja di ruangan. Selama beberapa jam, Anda akan melihat perubahan warnanya sedikit demi sedikit. 
  5. Apabila warna yang dikehendaki sudah didapatkan, bilas pintu dengan air yang sudah dicampur detergen. Baru setelah itu pintu baru bisa dijemur supaya kembali mendapatkan MC standar. 

Teknik Mengecat Pintu Kayu Jati Belanda

Pintu yang sudah kering, keesokan harinya sudah bisa dicat. Disini Anda hanya perlu melanjutkan layaknya mengecat furniture biasa. Menggunakan empat produk dari Biovarnish, jangan lupa untuk memilih warna liquid stain terlebih dahulu. Anda bisa memilih warna apapun yang disukai. 

Terlebih dahulu sebelum mengecat, amplas permukaan pintu. Anda bisa menggunakan amplas nomor 220 untuk menghaluskannya. Baru bersihkan debu amplas dengan kain kering dan ikuti langkah aplikasi berikut ini. 

Baca Juga:  Apa Itu Sanding Sealer Kayu dan Cara Aplikasinya

Langkah pertama, campurkan wood filler dengan sedikit air supaya encer. Kemudian usapkan filler dengan kain ke seluruh permukaan pintu. Lakukan berlawanan arah serat atau memutar. Pastikan semua pori terisi penuh dan diamkan selama 20 menit. Lanjutkan dengan pengamplasan ambang, Anda bisa menggunakan amplas nomor 240. Baru setelahnya bersihkan dengan kain kering. 

Langkah kedua, campurkan liquid stain dengan air menggunakan perbandingan 2 : 1 air. Aduk hingga bercampur rata kemudian kuaskan ke pintu searah serat kayu. Diamkan lapisan pertama kering 60 menit dan amplas ambang dengan amplas 400. Bersihkan debu amplas dan setelahnya ulangi aplikasi hingga warna stain sesuai dengan yang Anda inginkan. 

Langkah ketiga, campurkan sanding sealer dengan air menggunakan perbandingan 2:1 air. Aduk merata dan kuaskan ke permukaan pintu. Kelanjutan langkahnya sama persis dengan aplikasi liquid stain, hanya saja Anda harus menggunakan kuas baru dan cukup satu lapisan saja. 

Langkah keempat, campurkan clear coat dengan air dengan perbandingan 2: 1. Cara menguas juga sama dengan sanding sealer dan liquid stain. Hanya saja Anda perlu menunggu kering selama 24 jam. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X