Banyak orang masih bingung saat memilih thinner untuk kebutuhan finishing. Jenis thinner yang banyak dikenal yaitu thinner A dan B, tetapi tidak semua pengguna memahami perbedaannya.
Padahal, pemilihan thinner tidak boleh asal. Jika thinner tidak sesuai dengan jenis cat, campuran bisa menggumpal, daya sebar tidak rata, dan hasil menjadi kurang rapi.
Secara umum, thinner digunakan untuk mengencerkan cat berbahan dasar minyak atau solvent based. Di sejumlah daerah, thinner A sering dikenal sebagai thinner hitam, sedangkan thinner B disebut thinner hijau.
Penyebutan ini memang lebih populer di pasar daripada istilah teknisnya. Namun, yang lebih penting bukan soal nama, melainkan kecocokannya dengan jenis cat yang digunakan.
Perbedaan thinner A dan B membuat keduanya tidak bisa saling menggantikan begitu saja. Pengguna perlu memahami karakter masing-masing agar hasil finishing tetap maksimal.
Perbedaan Thinner A dan B
Thinner A dan thinner B sama-sama digunakan untuk cat solvent based, tetapi keduanya memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan ini terlihat dari komposisi bahan, kecepatan pengeringan, aroma, hingga jenis cat yang cocok. Karena itu, pemilihannya tidak boleh sembarangan.
1. Perbedaan dari Komposisi Bahan
Thinner A umumnya mengandung senyawa aromatic. Jenis pelarut ini memiliki daya larut yang kuat dan lebih cepat menguap. Sementara itu, thinner B lebih banyak mengandung senyawa aliphatic yang karakter penguapannya cenderung lebih lambat. Perbedaan komposisi ini ikut memengaruhi sifat dan penggunaan masing-masing thinner.
2. Perbedaan dari Kecepatan Pengeringan
Thinner A lebih cepat kering sehingga sering digunakan untuk cat yang memang membutuhkan pengeringan cepat. Sebaliknya, thinner B memiliki pengeringan yang lebih lambat. Karakter ini membuat thinner B lebih cocok untuk jenis cat tertentu yang membutuhkan waktu lebih lama agar lapisan cat dapat merata dan bekerja maksimal di permukaan.
3. Perbedaan dari Jenis Cat yang Cocok
Thinner A biasanya digunakan untuk cat melamin, epoxy, NC, dan PU. Sementara itu, thinner B lebih sering dipakai untuk cat sintetis alkyd. Inilah alasan mengapa thinner harus disesuaikan dengan jenis cat. Jika salah memilih, campuran cat bisa tidak stabil dan hasil akhirnya kurang maksimal.
4. Perbedaan dari Aroma
Thinner A memiliki aroma yang lebih tajam dan khas. Aroma ini muncul dari kandungan pelarut yang lebih kuat, termasuk senyawa seperti acetone dan sejenisnya. Di sisi lain, thinner B memiliki aroma yang cenderung mirip minyak tanah. Perbedaan aroma ini menjadi salah satu ciri yang cukup mudah dikenali di lapangan.
Tips Penggunaan Thinner A dan B
Berikut cara menentukan apakah harus memakai thinner A atau B.
1. Sesuaikan dengan jenis cat
Penggunaan thinner yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai masalah pada cat. Salah satu yang paling sering terjadi adalah penggumpalan. Selain itu, hasil lapisan juga bisa menjadi tidak rata, terlalu cepat kering, atau justru tidak sesuai dengan karakter cat yang dipakai. Oleh sebab itu, thinner A dan thinner B harus dipilih sesuai jenis catnya.
2. Jangan digunakan untuk cat water based
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah thinner A dan thinner B sama-sama tidak digunakan untuk cat water based. Ini sering menjadi salah paham di lapangan. Cat water based cukup dilarutkan dengan air. Jika dicampur thinner, struktur cat dapat rusak dan hasil finishing tidak akan sesuai harapan. Jadi, memahami sistem dasar cat sangat penting sebelum memilih bahan pengencer.
Banyak pengguna memilih thinner berdasarkan pengalaman. Cara ini memang bisa membantu, tetapi tetap perlu dibarengi pemahaman dasar tentang jenis cat dan karakter pelarut.
3. Pertimbangkan biaya pembelian thinner
Selain soal kecocokan, biaya penggunaan thinner juga perlu diperhitungkan. Harga thinner cenderung ikut terpengaruh oleh kenaikan harga minyak dunia karena bahan dasarnya berkaitan dengan turunan minyak bumi. Kondisi ini membuat biaya finishing solvent based menjadi lebih besar, sebab pengguna tidak hanya membeli cat, tetapi juga thinner untuk pengenceran dan pembersihan alat.
Dalam situasi seperti ini, cat water based mulai banyak dilirik karena cukup dilarutkan dengan air. Pembersihan alat pun lebih sederhana karena hanya memakai air.
Untuk finishing yang lebih hemat biaya dan hasil tetap berkualitas maka disarankan memakai cat water based. Namun jika tetap ingin menggunakan cat minyak dengan thinner maka Anda dapat memahami karakter tiap jenisnya supaya tidak salah pilih.
Baca juga : 7 Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap Harga Thinner








