material kayu MDF

Kenali Material Bangunan MDF, Kelebihan dan Kekurangannya

Medium Density Fiber (MDF) merupakan salah satu material bangunan yang digunakan untuk konstruksi bangunan dan furniture. Mereka yang kurang paham mengenai furniture dan konstruksi bangunan, mungkin masih asing dengan istilah ini.

Oleh karena material MDF ini didominasi oleh serbuk, tidak sedikit orang menganggap material dari serbuk kayu tersebut sama halnya dengan triplek. Faktanya, kedua material tersebut berbeda meskipun tergolong sebagai kayu olahan.

Mengenal Material Bangunan MDF Dalam Bidang Furniture

MDF merupakan kayu olahan berupa serbuk kayu yang dipadatkan. Untuk memadatkan serbuk kayu tersebut dibutuhkan lem agar melekat kuat. Olahan serbuk kayu yang sudah dilem lalu dipress hingga menjadi padat dan membentuk sebuah papan. 

Kayu olahan tersebut memiliki permukaan yang licin dan kerapatan partikel kayunya yang kuat. Oleh karenanya, material dari serbuk kayu ini sering digunakan sebagai pengganti plywood untuk kebutuhan furniture.

Kelebihan Kayu Olahan MDF

  1. Mudah dipotong dan dibentuk

MDF merupakan material berupa papan dan terbuat dari serbuk kayu, sehingga papan MDF lebih mudah dipotong guna mendapatkan ukiran yang sesuai. Umumnya, material berbentuk papan tersebut banyak dimanfaatkan sebagai furniture seperti lemari, rak dan lain sebagainya.

Material MDF cocok diterapkan untuk furniture khususnya warna-warna natural kayu. Oleh karena terbuat dari serbuk kayu sehingga mudah dipaku dan dipasang.

  1. Cocok untuk furniture minimalis

Materialnya yang terbentuk berupa papan ini banyak diterapkan untuk furniture. Material MDF ini sangat cocok untuk furniture dengan tampilan minimalis modern. Furniture dengan model ini juga tidak memerlukan ukiran.

Kesan sederhana adalah kunci dari model minimalis. Oleh karena itu, bahan baku MDF menjadi salah satu material yang banyak diterapkan untuk furniture minimalis. Jadi, papan serbuk kayu ini tidak cocok untuk furniture dengan model sederhana.

  1. Harganya yang murah
Baca Juga:  Keamanan Cat yang Digunakan Saat Finishing Meja Jati Pabrikan

Material ini terbilang lebih terjangkau dibandingkan kayu solid. Kondisi kayu solid yang saat ini cukup langka akibat penyempitan lahan serta membludaknya kebutuhan. Papan serbuk kayu menjadi alternatif sebagai material furniture.

Walau harganya terjangkau, Anda tetap bisa memperlihatkan tampilan natural kayu. Jadi, Anda bisa memilih furniture dengan bahan serbuk kayu untuk harga yang lebih murah.

  1. Lebih ringan

Material MDF terbuat dari serbuk kayu sehingga bebannya tidak seberat kayu solid. Dengan demikian, furniture yang menggunakan material serbuk kayu lebih mudah untuk dipindahkan. Namun, ketika akan memindahkan furniture MDF, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati.

Seperti yang diketahui, MDF merupakan material yang rawan rusak seperti yang disebutkan sebelumnya. Sebaiknya angkat dengan menopang dua sisi yakni bagian body dan bagian bawah furniture.

Kekurangan Material MDF

Dari sekian kelebihan yang dimiliki material serbuka kayu ini, namun pasti memiliki kekurangan sebagai material furniture. Lalu apa saja kekurangan dari material MDF dibandingkan material lainnya? Berikut kekurangan dari material yang sering digunakan pada furniture,

  1. Tidak awet

Terbuat dari material serbuk kayu, lantas material ini tidak bisa digunakan pada furniture dalam waktu yang lama, sebab serbuk kayu merupakan material yang mudah lapuk dan rusak. Terlebih jika penggunaan furniture tidak hati-hati.

Meskipun mudah dipaku, material tersebut mudah lepas karena bagian yang dipaku tidak kokoh. Material MDF juga sangat mudah terserang jamur, rayap dan mudah merembes akibat kondisi yang lembab.

  1. Tidak mengikat sekrup dan paku

Pada poin pertama, papan MDF tidak cukup awet ketika harus dipaku atau disekrup. Dalam beberapa kasus, papan mudah lepas dan cukup sulit untuk dipasang kembali karena sudah tidak bisa mengunci sekrup atau paku.

Baca Juga:  Cat Kayu Jati Untuk Wood Daybed

Hal tersebut disebabkan oleh bagian awal yang disekrup sudah berlubang. Dengan demikian, papan tersebut sudah tidak bisa lagi dipasang pada bagian yang sama. Oleh karenanya, furniture harus digunakan hati-hati.

  1. Mudah rusak

Terbuat dari serbuk kayu yang dipres, bukan berarti kayu ini akan awet seperti halnya kayu solid. Sebaliknya, MDF rawan rusak karena tidak kokoh dan rawan rusak. Kondisi lembab, bisa membuat MDF mudah terserang jamur dan lapuk. Bahkan dapat meninggalkan bau tidak sedap.

Apabila Anda tinggal di daerah rawan banjir, furniture dengan material serbuka kayu tidak sidarankan untuk digunakan.

  1. Mudah menyerap air

Kayu merupakan material yang mudah menyerap air karena teksturnya yang berpori. Begitu pula dengan material serbuk kayu ini, terlebih material ini terbuat dari kumpulan serbuk kayu. Bagian yang berongga, akan mudah menyerap air.

Oleh karena itu, furniture MDF hanya disarankan untuk furniture indoor. Untuk furniture indoor juga tidak boleh digunakan di area yang rentan terkena air seperti area dapur. Umumnya, hanya digunakan untuk furniture yang diletakkan pada ruang tamu, kamar, ruang tengah.

Untuk mempercantik furniture, tetap dibutuhkan finishing agar tampilannya terlihat optimal. Agar tidak meninggalkan bau, Anda bisa menggunakan cat kayu water based. Penggunaan cat tersebut bertujuan untuk meminimalisir bau yang terdapat pada materi serbuk kayu.

MDF merupakan material yang membutuhkan bahan kimia untuk memadatkan serbuk kayu. Wajar saja jika material jenis ini biasanya akan mengeluarkan bau. Saat ini, cat water based sudah mudah dijumpai di pasaran termasuk Biovarnish.

Biovarnish adalah cat water based yang direkomendasikan bagi Anda yang ingin menciptakan tampilan natural kayu. Bahkan produk cat ini terdiri berbagai produk finishing seperti wood filler, wood stain, sanding sealer dan top coat.

Baca Juga:  Cara Memilih Dempul Kayu Yang Bagus Untuk Finishing

Bagaimana cara finishing menggunakan Biovarnish? Proses finishing natural kayu dengan Biovarnish sangat sederhana, berikut langkah-langkahnya.

  1. Untuk material kayu olahan, Anda bisa melapisi Biovarnish Wood Filler jika dibutuhkan misalkan terdapat bagian yang cacat atau berlubang.
  2. Aplikasikan Biovarnish Wood Stain yang sebelumnya sudah dilarutkan air. Anda bisa mengaplikasikan dengan kuas atau cara semprot ke seluruh bagian furniture. Tunggu selama 60 menit dan kemudian ampelas ambang apabila sudah kering sentuh.
  3. Untuk mengunci warna sekaligus menciptakan tampilan akhir seperti gloss atau matte, aplikasikan Biovarnish Clear Coat. Diamkan selama semalaman hingga cat benar-benar kering dan furniture siap digunakan.

Demikian teknik finishing menggunakan Biovarnish untuk MDF. Untuk mendapatkan produk Biovarnish ini, Anda bisa langsung menghubungi kontak hotline yang terdapat pada website atau dapat melakukan pembelian melalui marketplace berikut.

Bukalapak: https://www.bukalapak.com/u/store_bioindustries

Tokopedia: https://www.tokopedia.com/biopaint102

Shopee: https://shopee.co.id/biovarnish.official

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X