Ini Dia Sejarah Politur Berbahan Shellac yang Dulunya Sangat Populer

Politur berbahan shellac adalah salah satu jenis politur yang dulunya sangat umum digunakan. Sekarang politur jenis ini sudah banyak tergantikan dengan bahan politur lain karena berbagai kekurangannya. Sayangnya, masih ada satu kekurangan politur shellac yang tidak bisa diatasi berbagai politur penggantinya.

Shellac adalah material politur yang sangat populer dan masih digunakan hingga kini.
Shellac adalah material politur yang sangat populer dan masih digunakan hingga kini.

Shellac adalah resin yang disekresikan oleh sejenis serangga dari pohon-pohon yang berasal dari India dan Thailand. Dulunya, bahan ini sangat umum digunakan sebagai bahan finishing pada abad ke 19 hingga awal abad ke 20. Pada masa tersebut, yang dimaksud dengan finishing adalah memplitur dengan shellac.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan bahan-bahan finishing kayu, kepopuleran politur berbahan shellac mulai menurun. Hingga hari ini, berbagai pelitur kayu modern telah beralih menggunakan bahan-bahan baru seperti melamin dan akrilik. Namun bukan berarti shellac sama sekali sudah tidak digunakan lagi. Beberapa produk politur masih mengandalkan shellac. Salah satu jenis finishing juga masih mengandalkan bahan ini. Jenis finishing tersebut adalah french polish, sebuah proses finishing yang menghasilkan tampilan akhir seperti kaca.

Menyusutnya kepopuleran shellac tentu bukan tanpa suatu sebab. Dibanding bahan politur yang lainnya, shellac dianggap kurang bisa memproteksi karena sifat-sifatnya yang lebih lama kering, lebih lengket, relatif kurang tahan air, dan relatif kurang tahan cuaca. Kekurangan pelitur dengan shellac lainnya adalah sifat beracunnya bagi manusia.

Pelarut Toksik pada Politur Berbahan Shellac

Yang menjadikan politur berbahan shellac tidak baik bagi kesehatan manusia sebenarnya bukan berasal dari material shellac itu sendiri. Sebuah penelitian yang dilakukan Dr K.B. Ekelman dan Dr D. Benz menemukan bahwa shellac tidak menimbulkan efek yang merugikan pada tikus yang diujicobakan. Yang membuat pelitur berbahan shellac berbahaya adalah pelarutnya yang merupakan solvent. Masyarakat biasanya menggunakan spiritus atau thinner untuk melarutkan shellac. Padahal, spiritus memiliki efek tidak baik bagi kesehatan manusia. Dikutip dari U.S National Library of Medicine, spiritus bisa menyebabkan berbagai gangguan seperti kesulitan bernafas.

Baca Juga:  Bahaya Pelarut Organik: Ketika yang Organik Tidak Selalu Baik

Sayangnya, kekurangan politur berbahan shellac ini masih belum bias diatasi oleh banyak produk politur setelahnya. Masih banyak politur berpelarut spiritus di pasaran yang digunakan oleh masyarakat. Padahal, jenis politur yang aman dan memiliki kualitas estetika yang baik juga sudah tersedia. Salah satunya adalah Biocolours Biopolyture. Produk politur tersebut menggunakan pelarut air sehingga benar-benar aman digunakan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Shopping Cart
X