Dempul kayu tidak cukup hanya diaplikasikan sampai pori atau cacat permukaan tertutup. Setelah kering, lapisan dempul harus diamplas dengan benar agar permukaan kayu rata dan siap menerima bahan finishing berikutnya.
Tahap ini sering dianggap sepele. Padahal, sisa dempul yang tidak diamplas sampai bersih dapat membuat warna belang, menutup serat kayu, atau menghasilkan permukaan yang bergelombang. Nah, supaya hasilnya lebih rapi, berikut cara amplas dempul kayu yang bisa Anda ikuti.
1. Pastikan Dempul Kayu Sudah Kering
Jangan terburu-buru mengamplas dempul yang masih lembap. Tunggu sampai lapisannya benar-benar kering atau matang amplas.
Dempul yang belum kering biasanya terasa lengket, mudah tertarik dari pori, dan menggumpal saat terkena amplas. Bukannya menjadi rata, permukaannya justru bisa rusak dan perlu didempul ulang.
2. Gunakan Amplas Grit 240
Gunakan amplas grit 240 untuk menghaluskan dempul kayu. Grit ini cukup halus untuk mengikis sisa dempul tanpa meninggalkan goresan terlalu dalam pada permukaan kayu.
Ukuran grit memang berpengaruh terhadap kekasaran permukaan setelah proses pengamplasan. Sebuah penelitian tentang kekasaran permukaan kayu setelah pengamplasan menunjukkan bahwa ukuran butiran abrasif menjadi salah satu faktor penting yang menentukan hasil permukaan kayu.
Potong amplas sesuai ukuran tangan atau pasang pada sanding block agar tekanan lebih rata. Hindari menggunakan amplas kasar jika lapisan dempul tidak terlalu tebal. Namun, jangan pakai grit amplas yang terlalu halus karena akan lebih sulit rata dan memakan waktu yang lama.
3. Amplas Searah Serat Kayu
Lakukan pengamplasan mengikuti arah serat kayu. Jangan menggosok secara melintang atau memutar karena bekas goresannya dapat membekas pada pemukaan kayu.
Untuk aplikasi wood filler pada finishing close pore, amplas lapisan dempul yang berada di atas permukaan kayu sampai benar-benar habis. Wood filler seharusnya hanya tertinggal di dalam pori-pori kayu.
Jangan membiarkan lapisan dempul menutupi seluruh permukaan. Jika masih tersisa, warna wood stain bisa sulit meresap secara merata dan karakter serat kayu menjadi kurang terlihat.
4. Bersihkan Serbuk Hasil Amplas
Setelah permukaan rata, bersihkan seluruh serbuk hasil amplas menggunakan kain kering. Pastikan tidak ada serbuk yang menempel. Debu amplas dapat tercampur dengan bahan finishing dan membuat hasil lapisan terasa kasar.
5. Lanjutkan Tahap Finishing Berikutnya
Setelah permukaan bersih, Anda bisa melanjutkan proses finishing. Tahap berikutnya dapat berupa aplikasi wood stain, sanding sealer, clear coat, atau lapisan finishing lain sesuai hasil yang diinginkan.
Periksa sekali lagi permukaan kayu dengan meraba dan melihatnya dari arah samping. Pastikan tidak ada bagian berlubang, ambles, masih tebal dan tidak rata.
Pilih Dempul yang Mudah Diamplas
Selain mengikuti cara amplas dempul kayu yang benar, pilih produk yang menghasilkan serbuk amplas halus dan kering. Dempul yang bagus akan terkikis menjadi serbuk, bukan menggulung, menggumpal, atau menempel pada amplas.
Serbuk yang halus juga membuat proses pengamplasan lebih ringan dan tidak boros kertas amplas. Jika serbuknya bersih, Anda dapat mengumpulkannya kembali untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan produk.
Dengan dempul yang mudah diamplas, proses persiapan permukaan menjadi lebih cepat. Hasil finishing pun terlihat rata, halus, dan tidak tertutup sisa dempul.
Baca juga : Cara Membuat Dempul Kayu dari Lem Fox, Sangat Mudah!









